Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Politik di Sudan

Warga Khortoum sambut gembira Kesepakatan politik di Sudan (foto: istimewa)

Jakarta, MINA – Indonesia menyambut baik penandatanganan kesepakatan politik antara Dewan Transisi Militer dan Gerakan Pembebasan dan Perubahan Sudan.

“Penandatanganan ini merupakan langkah penting bagi keberlanjutan proses transformasi dan demokrasi yang damai di Sudan,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri RI dalam siaran persnya, Senin (19/8).

Dewan Transisi Militer dan para pemimpin oposisi telah menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan untuk pemerintahan Sudan yang baru pascapelengseran Presiden Omar Al-Bashir. Penandatanganan dilaksanakan di Ibu Kota Khartoum pada Sabtu (17/8).

Pakta tersebut membuka jalan bagi kedua fihak untuk membentuk dewan militer dan sipil bersama yang akan memimpin Sudan selama tiga tahun, sampai pemilu diadakan untuk pemerintahan yang dipimpin sipil, demikian seperti dikutip dari BBC.

Di bawah kesepakatan, dewan berdaulat, yang terdiri dari enam warga sipil dan lima jenderal, akan memerintah negara itu secara interim, sampai pemilu tiga tahun mendatang.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk merotasi kepemimpinan dewan selama durasi tiga tahun. Seorang perdana menteri yang dinominasikan oleh warga sipil akan ditunjuk pekan depan.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Hemeti dan Letjen Abdel Fattah Abdelrahman Burhan untuk dewan militer, dan Ahmed Al-Rabie untuk Aliansi Kebebasan dan Perubahan (kelompok payung dari massa pro-demokrasi)

Perdana menteri Ethiopia dan Mesir, serta presiden Sudan Selatan termasuk di antara para pemimpin regional yang menghadiri upacara di Khartoum, Sudan.

Acara penandatanganan yang singkat itu disambut perayaan selama berjam-jam di seluruh warga Khartoum.

Menurut KBRI Khartoum, jumlah warga Indonesia di Sudan sekitar 1.300 orang, sebagian besar adalah mahasiswa di Khartoum.

Jumlah mahasiswa Indonesia sekitar 1.100 hingga 1.150 yang belajar di sejumlah perguruan tinggi di Khartoum, termasuk mahasiswa dari Yayasan Pesantren Al-Fatah yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia .(T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)