Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia Serukan Pentingnya Perdamaian di Tim-Teng

Rendi Setiawan - Selasa, 17 Januari 2017 - 13:53 WIB

Selasa, 17 Januari 2017 - 13:53 WIB

430 Views

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, AM Fachir. (dok. Wiki)

Paris, 18 Rabi’ul Akhir 1438/17 Januari 2017 (MINA) – Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M. Fachir, menegaskan, konflik Palestina-Israel berlangsung terlalu lama, sudah saatnya masyarakat internasional mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan perdamaian di Timur-Tengah melalui solusi dua negara.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir saat memimpin Delegasi Pemerintah RI pada Konferensi Perdamaian Internasional mengenai Proses Perdamaian di Timur Tengah di Paris, Prancis, demikian Minister Counsellor KBRI Paris Henry R Kaitjily kepada Antara London, Senin (16/1), demikian Antaranews yang dikutip MINA.

Lebih lanjut Wamenlu RI menekankan bahwa perdamaian di Timur-Tengah, khususnya kemerdekaan Palestina, hanya dapat dicapai apabila seluruh isu utama (core issues) seperti permukiman ilegal, pengungsi Palestina, status kota Yerusalem, status perbatasan dan masalah keamanan serta air dapat diselesaikan.

Oleh karena itu Pemerintah RI menyambut baik disahkannya Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 (2016) tentang Permukiman Ilegal Israel di Palestina 23 Desember lalu.

Baca Juga: Denmark Tegur Wakil Presiden AS terkait Kritik Greenland

Wamenlu menyampaikan Indonesia akan senantiasa membantu masyarakat Palestina melalui dukungan politik, kemanusiaan dan peningkatan kapasitas. Posisi tersebut adalah mandat Konstitusi Indonesia dan program prioritas Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Konferensi yang dihadiri 70 negara ini mengusung tiga agenda utama, yaitu menciptakan insentif untuk perdamaian bagi kedua pihak, peningkatan kapasitas bagi negara Palestina, dan mempromosikan dialog antara warga sipil kedua pihak.

Prancis mengundang Indonesia karena dinilai dapat memberikan kontribusi penting bagi perdamaian di Timur Tengah. Undangan tersebut sekaligus merupakan pengakuan masyarakat internasional terhadap bentuk komitmen dan dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan dan perjuangan mendapatkan hak-hak dasar Rakyat Palestina.

Konferensi ini merupakan kelanjutan dari Pertemuan Tingkat Menteri di Paris tanggal 3 Juni tahun lalu yang dihadiri Menlu RI. Konferensi kali ini berhasil mensahkan Deklarasi Bersama (Joint Declaration) yang pada intinya menyatakan kesiapan negara-negara untuk mengambil langkah-langkah mencapai solusi dua-negara di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. (T/R06/R01)

Baca Juga: KBRI Bucharest Gelar Shalat Idul Fitri dan Halal Bihalal, Ratusan WNI Hadir

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda