Indonesia Suarakan Peran Perempuan Sebagai Agen Perdamaian

Jakarta, Indonesia – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyatakan, kemungkinan keberlangsungan perdamaian yang bertahan hingga 15 tahun akan meningkat sebesar 35 persen jika terdapat partisipasi perempuan dalam proses tersebut.

Hal ia sampaikan pada Seminar virtual bertajuk “The Role of Women Negotiatiors and Mediators in the Maintenance of Regional Peace and opening Security” pada Rabu-Kamis (1-2/7).

Seminar yang diselanggarakan Kemlu RI tersebut merupakan perwujudan dari upaya Indonesia untuk terus menyuarakan peran dan kontribusi perempuan sebagai agen perdamaian di tataran global. Seminar dihadiri sekitar 850 peserta dari Indonesia dan luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu mengemukakan tiga poin utama. Pertama, terdapat kebutuhan mendasar untuk mengubah cara pandang dan mindset masyarakat terhadap keterlibatan perempuan.

Kedua, pentingnya meningkatkan kapasitas yang menfasilitasi peranan perempuan dalam membangun dan menjaga perdamaian.

Ketiga, perlu dibangunnya jaringan yang dapat menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan pengalaman.

Di kesempatan itu, Menlu juga menghimbau kepada kaum perempuan untuk bersama-sama memperjuangkan perubahan.

Seminar dilanjutkan dengan tiga sesi, pertama membahas mengenai peranan perempuan dalam isu perdamaian dan keamanan di Asia Tenggara, upaya nasional dan global untuk mengurangi kesenjangan gender, dan partisipasi kaum perempuan dalam seluruh tahapan pembangunan perdamaian.

Sementara pada sesi kedua merupakan sesi berbagi pengalaman dari para pembicara di meja perundingan.

Sedangkan pada sesi terakhir, para pembicara mendiskusikan pengalaman di organisasi masing-masing dalam meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam proses perdamaian di semua tahapan terutama pada kawasan yang menjadi tempat kerja mereka.

Seminar menghadirkan pembicara perempuan dari berbagai kalangan, seperti Direktur Kerja Sama Internasional dan Perlucutuan Senjata Kemlu, Dr. Noeleen Heyzer, Moe Thuzar, Fitriani, Prof. Miriam Coronel-Ferrer, serta wakil dari beberapa organisasi internasional seperti FemWise-Africa, Women Mediators across the Commonwealth. (R/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)