Indonesia-UEA Sepakat Kembangkan Industri Halal

pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7) (foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat berkolaborasi dalam mempromosikan dan mengembangkan industri halal untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi dan peluang yang disajikan oleh pasar halal global.

Hal tersebut termaktub dalam pernyataan bersama oleh Indonesia dan UEA seusai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7).

“Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo mengundang Putra Mahkota untuk menghadiri KTT Industri Halal yang akan diadakan di Indonesia pada bulan Oktober/November 2020,” kata pernyataan Kemlu RI yang diterima MINA, Kamis (25/7).

Sebagai bagian dari umat Islam, lanjut pernyataan tersebut, Indonesia dan UEA juga berkomitmen untuk bekerja sama dalam mempromosikan moderasi Islam dan menyebarkan pesan perdamaian, kasih sayang, serta toleransi untuk menghadirkan makna Islam yang sebenarnya sebagai rahmatan lil ‘ālamīn.

Menlu RI Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, kunjungan Putra Mahkota sangat bersejarah, karena merupakan kunjungan kenegaraan pertama setelah 29 tahun. Kunjungan yang terakhir ke Indonesia adalah dilakukan oleh ayahnya, Sheikh Mohamed Bin Zaed Al Nahyan.

“Jadi beliau sangat senang bisa kembali ke Indonesia, selain dari sisi kenegaraan juga pertemuan antara dua sahabat dekat. Jadi Bapak Presiden dengan Sheikh Mohamed memiliki hubungan yang sangat dekat, istilahnya click very much, jadi sudah ngeklik begitu kalau kita bilang,” kata Retno.

Selain itu, sebanyak sembilan kesepakatan kerja sama ditandatangani dari pertemuan tersebut.

Menlu Retno kepada wartawan menjelaskan, kesembilan MoU itu adalah: MoU Peningkatan Perlindungan Investasi, MoU Penghindaran Pajak Berganda, MoU Industri, MoU Kepabean, MoU Pariwisata, MoU Kelautan dan Perikanan, MoU Pertahanan, MoU Kekonsuleran, dan MoU Kebudayaan.

“Jadi saya kira ini adalah selain kunjungan yang sangat bersejarah, ini juga kunjungan yang sangat straight forward, konkret, detail bicara mengenai masalah ekonomi, bicara mengenai masalah keumatan,” ujar Menlu RI. (T/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)