Informasi Intelijen India Peringatkan Serangan Militan di Kashmir

New Delhi, MINA – Pasukan keamanan India mengintensifkan penjagaan di wilayah  Jammu dan Kashmir setelah adanya informasi intelejen tentang militan Jaish-e-Mohammad (JeM) yang merencanakan serangan besar beberapa hari mendatang.

“Ya, ada masukan informasi intelijen umum yang menunjukkan bahwa JeM merencanakan beberapa serangan besar. JeM mengerahkan militan yang beroperasi di sini untuk melakukan serangan,” kata seorang perwira senior intelijen, seperti dilaporkan The Asian Independent, Selasa (12/3).

Seorang perwira senior pasukan keamanan mengatakan informasi intelijen ada dua jenis. Salah satunya adalah informasi umum berdasarkan intersepsi antara kelompok militan dan antara militan dari kelompok yang beroperasi secara lokal tentang kemungkinan serangan militan.

“Informasi sebagian besar sifat peringatan yang diteruskan ke rantai komando untuk menjaga kewaspadaan tambahan,” kata petugas.

Informasi intelijen lainnya disebut informasi intelijen spesifik yang berisi informasi yang dapat ditindaklanjuti seperti di mana dan kapan serangan militan tertentu mungkin terjadi.

“Saat ini kami tidak memiliki informasi spesifik yang dapat ditindaklanjuti tentang militan yang merencanakan serangan spesifik tertentu,” kata petugas itu, menambahkan informasi intelijen yang mereka miliki saat ini bersifat genetik.

Sebagian besar militan Jaish-e-Muhammad (JeM) yang melakukan serangan teror Pulwama telah dilemahkan oleh pasukan keamanan dalam tiga pekan terakhir.

Letnan Jenderal K.J.S. Dhillon, Komandan Korps Srinagar yang bermarkas di 15 Korps mengatakan pada laporan Senin (11/3), bahwa, selama tiga pekan terakhir, telah membunuh 18 militan di antaranya 10 orang asing yang tergabung dalam kelompok JeM sementara delapan lainnya adalah kader JeM lokal.

Dia mengatakan, Angkatan Darat dan agen keamanan lainnya secara agresif mengejar militan JeM.

Masukan informasi intelijen menunjukkan bahwa JeM dapat merencanakan beberapa serangan besar selama beberapa hari mendatang baik sendiri atau bersama-sama dengan kelompok-kelompok seperti Lashakar-e-Taiba dan Hizbul Mujahideen.

Namun demikian diperkirakan juga, kemungkinan JeM tidak ingin terus melakukan serangan dan itu dapat dipahami karena pasukan keamanan telah mengerahkan cukup banyak kekuatan untuk menghadapi kelompok militan ini, kata sumber-sumber intelijen.

“Kami sepenuhnya siap untuk menghadapi setiap tantangan dari militan untuk memastikan bahwa setiap serangan oleh kelompok-kelompok militan dapat dicegah selain memastikan bahwa pasukan keamanan dan warga sipil tidak akan menjadi korban,” kata seorang perwira.

CRPF telah merevisi strategi anti militansinya dengan meminta personelnya untuk “menunggu, melihat dan mengambil tindakan tepat waktu”.

“Strategi yang telah direvisi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasukan tidak menjadi korban, dan juga bertindak dengan koordinasi total bersama pasukan keamanan lainnya selama operasi anti-militansi”, kata seorang perwira senior CRPF. (T/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)