Inggris Ajukan Rancangan Resolusi PBB tentang Gencatan Senjata Yaman

 

New York, MINA – Inggris mengajukan sebuah rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (19/11), untuk menyerukan gencatan senjata segera di kota pelabuhan Hodeidah, Yaman.

Rancangan juga menyebutkan tenggat waktu dua pekan untuk meniadakan semua hambatan bagi  penyaluran bantuan kemanusiaan. Media MEMO melaporkan.

Inggris mengedarkan draft itu kepada 14 anggota dewan lainnya setelah mendengar laporan pada hari Jumat (16/11) dari utusan PBB yang bekerja mengatur pembicaraan damai di Swedia untuk mengakhiri hampir empat tahun perang Yaman.

Pemungutan suara pada penetapan resolusi belum dijadwalkan.

Resolusi yang diusulkan secara signifikan akan meningkatkan tekanan untuk menemukan negosiasi penyelesaian di Yaman, guna mengatasi jutaan warga yang berada di ambang kelaparan.

PBB menganggap Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia dan telah memperingatkan bahwa tanpa penghentian pertempuran, negara itu akan menghadapi salah satu bencana kelaparan terburuk dalam beberapa dasawarsa.

Draft teks itu menyerukan “pada para pihak untuk menghentikan permusuhan di Hodeidah, dan untuk mengakhiri semua serangan di wilayah sipil padat penduduk di seluruh Yaman, serta untuk menghentikan semua serangan rudal terhadap negara-negara regional dan wilayah maritim.”

Pelabuhan Laut Merah Hodeidah, yang dikendalikan oleh milisi Houthi atas dukungan Iran, merupakan titik kunci masuknya bantuan dan impor ke Yaman. Daerah ini telah mengalami pertempuran sengit selama beberapa minggu terakhir.

Teks juga menyeru pihak-pihak yang bertikai untuk “memfasilitasi aliran makanan, komersial, kemanusiaan, air, bahan bakar, obat-obatan, dan impor penting lainnya yang tidak dapat diakses di seluruh negeri.

“Termasuk menghapus setiap hambatan birokratis yang dapat membatasi aliran bantuan, dalam waktu dua pekan setelah resolusi ditetapkan,” bunyi rancangan. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)