Inggris Kecam Rencana Netanyahu Terkait Permukiman di Tepi Barat

London, MINA – pada Ahad (7/4) mengecam rencana Pemerintah Benjamin Netanyahu terkait permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.

“Inggris mengecam keras langkah pemerintah Israel soal rencana dan tender untuk unit permukiman yang lebih banyak di Tepi Barat,” kata Mark Field, Pejabat Menteri untuk Timur Tengah, dalam sebuah pernyataannya, demikian dilansir dari Anadolu Agency, Senin (8/4).

Field mengatakan, rencana permukiman baru itu menyusul pengumuman tentang pembangunan lebih dari 2.000 unit tempat tinggal di Tepi Barat.

“Permukiman itu ilegal di bawah hukum internasional dan merusak perjanjian dari solusi dua negara,” ujar dia.

Field mendesak Israel untuk menghentikan tindakan kontraproduktif, dan meminta semua pihak untuk berkomitmen agar mengurangi ketegangan saat ini serta menciptakan lingkungan yang tepat untuk perdamaian yang adil dan abadi.

Baca Juga:  Turkiye: Izin Swedia untuk Pembakaran Al-Quran Bukan Kebebasan Berpikir dan Berekspresi

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki jika dia memenangkan pemilihan umum pada 9 April.

“Kami akan memastikan bahwa kami bertanggung jawab di lapangan. Dan kami akan memberlakukan kedaulatan atas permukiman di Yudea dan Samaria (Tepi Barat),” kata Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan televisi Israel.

Dalam wawancara terpisah, dia mengatakan unit perumahan baru akan ditambahkan ke permukiman.

“Kami akan terus mengendalikan seluruh wilayah barat Sungai Yordania,” kata Netanyahu, merujuk pada Tepi Barat yang diduduki.

Saat ini, sekitar 650.000 pemukim Yahudi menempati lebih dari 100 permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem Timur.

Baca Juga:  Turki Kutuk Perancis Tetapkan Hari Genosida Armenia

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.  (T/Ais/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)