Inggris Sambut Baik Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron. (Photo: Anadolu Agency)

London, MINA – Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron menyambut baik adopsi rancangan resolusi AS yang ditujukan untuk gencatan senjata komprehensif di Gaza oleh Dewan Keamanan PBB pada Senin (10/6), yang merupakan langkah penting untuk mengakhiri perang.

Dalam pernyataannya seperti dikutip dari Anadolu Agency, Cameron menekankan pentingnya resolusi tersebut dalam meringankan penderitaan berkepanjangan yang dialami baik oleh warga Palestina maupun Israel.

“Resolusi mengenai gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan yang disahkan di PBB merupakan langkah penting dalam mengakhiri konflik,” katanya.

“Sekarang tidak ada alasan lagi. Hamas harus menerima kesepakatan ini. Kesepakatan ini akan menghentikan pertempuran, menghentikan penderitaan,” tutur Cameron.

Menyoroti dukungan luas terhadap resolusi tersebut, Cameron mencatat bahwa Israel telah menawarkan kesepakatan tersebut dan telah menerima dukungan dari AS.

Baca Juga:  ICAN: Israel Punya 90 Hulu Ledak Nuklir

Selain itu, PBB, termasuk negara-negara mayoritas Muslim seperti Aljazair, telah mendukungnya.

Cameron meminta Hamas untuk menerima usulan tersebut.

“Situasi di Gaza adalah sebuah bencana besar. Penderitaan ini sudah berlangsung terlalu lama, dan saya turut bersimpati dengan keluarga mereka yang masih ditawan dan seluruh nyawa tak berdosa, baik warga Palestina maupun Israel, yang telah hilang,” katanya.

“Kesepakatan penyanderaan adalah sesuatu yang telah lama diserukan oleh Inggris, dan kami mendesak semua pihak untuk memanfaatkan kesempatan ini. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berdiplomasi. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk perdamaian abadi,” tambahnya.

Dewan Keamanan PBB sebelumnya mengadopsi resolusi yang mendukung proposal gencatan senjata di Gaza yang diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden dengan 14 suara mendukung dan hanya Rusia yang abstain.

Baca Juga:  Sejak Perang Gaza, 8.663 Tentara Zionis Masuk ke Departemen Rehabilitasi

Resolusi yang diadopsi tersebut menyoroti upaya diplomatik yang dipimpin oleh Mesir, Amerika Serikat, dan Qatar serta menyambut baik proposal tiga tahap Presiden AS Joe Biden yang diajukan pada 31 Mei lalu.

Kelompok Palestina Hamas menyambut baik ketentuan resolusi Dewan Keamanan dan penegasannya terhadap gencatan senjata permanen di Gaza, penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza, pertukaran tahanan, rekonstruksi, dan kembalinya para pengungsi ke wilayah tempat tinggal mereka dan penolakan terhadap perubahan demografis atau pengurangan luas Jalur Gaza, serta pemberian bantuan yang diperlukan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Hamas juga menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan mediator untuk terlibat dalam negosiasi tidak langsung mengenai penerapan prinsip-prinsip resolusi tersebut.

Baca Juga:  8 Tentara Israel Tewas di Tal as-Sultan Rafah

Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan Pejuang Perlawanan Palestina pada 7 Oktober, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

Lebih dari 37.100 warga Palestina telah gugur di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dan hampir 84.700 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan berbagai sektor.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei tahun ini. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Habib Hizbullah

Editor: Rudi Hendrik