Insiden Masjid Babri India Beri Isyarat kepada Yahudi untuk Hancurkan Al-Aqsa

Oleh: Mohd Azmi Abdul Hamid, Presiden MAPIM Malaysia

Keputusan mahkamah tertinggi India yang akhirnya, setelah 27 tahun, menyerahkan tapak Masjid Babri di kota Ayodhya kepada penganut Hindu adalah isyarat bahwa hal yang sama bisa terjadi kepada Masjid Al-Aqsa oleh Zionis Yahudi di Palestina.

Penganut Hindu telah menggunakan alasan bahwa Dewa Ram dilahirkan di situs tempat Masjid Babri didirikan pada zaman Mughal abad ke-6. Dalil mereka hanya tertumpu kepada keyakinan, bukan fakta. Bukti arkeologi direka untuk mengatakan di bawah bangunan Masjid Babri yang berumur 450 tahun itu ada kuil Hindu Dewa Ram yang tempat ia dilahirkan. Karena itu, Masjid Babri yang dibangun di atas lokasi itu mesti dirobohkan untuk memberi jalan dibangunnya kuil Hindu itu kembali. Klaim inilah yang menjadi hujjah mereka yang akhirnya menundukkan semua hakim mahkamah India supaya akur kepada tuntutan penganut Hindu agar menyerahkan situs itu kepada mereka.

Jika dilihat apa yang kini sedang berlaku di Masjid Al-Aqsa, Zionis Yahudi sejak 1967 yang lalu telah melancarkan gerakan penghancuran terhadap Masjid Al-Aqsa dan mengklaim di bawah masjid tersebut ada kuil Sulaiman milik kaum Yahudi. Mereka berdalil bahwa mereka berhak merobohkan Masjid Al-Aqsa untuk digantikan dengan kuil Sulaiman (Third Mount) sebagai misi penting kepada Yahudi.

Usaha keras pihak Yahudi menggunakan segala upaya dan strategi kekerasan untuk menggugat keutuhan Masjid Al-Aqsa telah dilakukan hingga sekarang. Taktik membersihkan penduduk Palestina di sekitar masjid itu adalah strategi mendominankan populasi Yahudi di kawasan Masjid Al-Aqsa.

Di samping itu, mereka menyaring masuknya warga Palestina ke dalam masjid itu dan memperketat syarat bahwa mereka yang berumur lebih 50 tahun saja yang boleh masuk.

Ditambah lagi Yahudi menggali terowong di bawah Masjid Al-Aqsa atas nama kerja arkeologi, memberi kebenaran kepada pengunjung Yahudi masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa.

Mereka kini memaksa Masjid Al-Aqsa menjalani proses yahudisasi. Tujuan mereka ialah akhirnya Masjid Al-Aqsa diambil sepenuhnya dan pembangunan kuil Sulaiman Yahudi akan dibangun di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsa.

Kami mengingatkan kepada semua kaum Muslimin sedunia bahwa apa yang terjadi di Ayodhya, India, bisa terulang di Masjid Al-Aqsa.

Kami mengutuk keputusan sangat tidak rasional dalam kasus Masjid Babri dan menuntut negara di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan badan PBB UNESCO harus menyuarakan penolakan.

Keadaan umat Islam di India akan semakin tertekan akibat keputusan terhadap Masjid Babri ini.

Malah, keadaan yang berlaku di India di bawah kekuasaan sekarang, yaitu BJP yang menganut ideologi nasionalis Hindu, sedang melancarkan agenda Hindutva, yaitu ketuanan Hindu. Banyak kasus serangan terhadap orang Islam dilaporkan terjadi di India.

Kami mendesak Kerajaan Malaysia dan semua negara Islam yang lain menyatakan pendirian terhadap isu Masjid Babri dan Masjid Al-Aqsa. (AK/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)