Gaza: Instalasi Pengolahan Air Limbah Bantuan Jerman Resmi Operasi

Instalasi Pengolahan Pusat Gaza dioperasikan pada 28 April 2021, dibiayai oleh Bank Pembangunan Jerman. (Foto: Wafa)

Gaza, MINA – Setelah bertahun-tahun perencanaan dan pembangunan, Instalasi Pengolahan Pusat Gaza dioperasikan pada 28 April 2021, yang direncanakan untuk melayani sebelas komunitas total sebanyak satu juta penduduk.

Di hadapan Kepala Otoritas Air Palestina Mazen Ghunaim dan Christian Clages, Kepala Kantor Perwakilan Republik Federal Jerman di Ramallah, Instalasi Pengolahan Air Limbah Pusat Gaza telah dioperasikan pada 28 April 2021, Wafa melaporkan.

Pada acara tersebut hadir pula Dr. Maged Abu Ramadan, Kepala Utilitas Air Kota Pesisir (CMWU), dan David Kunze, Direktur KfW Bank Pembangunan Jerman.

Pembangunan Instalasi Pengolahan Pusat Gaza yang baru dan pembangunan Instalasi Pengolahan Sheik Ajleen dibiayai oleh Pemerintah Jerman melalui KfW Bank Pembangunan dengan hibah sebesar 85 juta euro, menjadikannya proyek pembangunan terbesar yang dibiayai oleh Jerman di Jalur Gaza.

Instalasi baru ini mengolah air limbah dari sebelas komunitas dengan sekitar satu juta penduduk. Dengan demikian, secara signifikan meningkatkan perlindungan sumber daya sampai kondisi pasokan air yang layak serta mengurangi risiko kesehatan penduduk lokal serta polusi di darat dan laut.

“Saya sangat senang dapat mengoperasikan Instalasi Pengolahan Pusat Gaza bersama dengan mitra Palestina kami. Air yang tidak diolah mempengaruhi semua orang yang tinggal di Gaza dan di sepanjang pantai. Dalam tahap uji coba, pabrik baru telah meningkatkan kualitas air di Wadi dan laut secara signifikan. Jerman akan melanjutkan upayanya sebagai mitra pembangunan yang andal bagi orang Gaza untuk meringankan penderitaan jangka panjang mereka,” kata Clages.

Selain air, listrik juga langka di Gaza. Dengan latar belakang itu, Instalasi Pengolahan Pusat Gaza adalah swasembada energi. Hal ini dimungkinkan oleh adanya biogas dan pembangkit tenaga surya yang dibangun di lokasi tersebut.

Di masa depan, pembangkit listrik ini dapat menghasilkan lebih banyak listrik daripada yang dikonsumsi seluruh kompleks itu sendiri, dan dengan demikian juga bisa menyediakan listrik untuk sebagian rumah tangga di Gaza. (T/RI-1/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)