IPB University Akan Berikan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Letjen TNI Doni Monardo

Jakarta, MINA – Rektor IPB University Arif Satria menyatakan rapat pleno senat akademik kampus itu menyepakati pemberian gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) untuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.

“Pengabdian dan jasa beliau yang luar biasa bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, pendidikan, pembangunan pertanian dalam arti luas serta kemanusiaan akan menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Arif Satria dalam pernyataan resmi yang dirilis IPB University seperti dikutip dari situs resminya, Jumat (23/10).

Penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada Doni Monardo itu sendiri telah disepakati dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa (20/10).

Sesuai Peraturan Senat Akademik IPB Nomor 05/2015 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) di Lingkungan IPB, Letjen TNI Doni Monardo dinilai pantas untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi yang luar biasa dalam bidang IPTEKS, serta atas pengabdian dan jasanya yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan.

Dalam perjalanan kariernya, Letjen TNI Doni Monardo senantiasa memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Doni Monardo saat ini selain sebagai Kepala BNPB juga bertanggung jawab atas penanggulangan pandemi virus corona di Indonesia sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Dalam berbagai penugasan, baik saat mulai bertugas di Aceh, kemudian Danrem 061/Surya Kencana Bogor, selanjutnya sebagai Danjen Kopasus, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam III/Siliwangi, Sesjen Wantannas dan kini Kepala BNPB.

“Diperoleh fakta yang kuat bahwa Letjen TNI Doni Monardo senantiasa berperan yang sangat nyata dalam meningkatkan dan mengembalikan kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia,” tulis pernyataan tersebut.

Paling tidak terdapat lima rangkaian kegiatan aksi yang dinilai luar biasa yakni: membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan ketrampilan (environmental awareness and training); memobilisasi sumber daya (resource mobilization) dan membangun jaring kerja kolaborasi (pentahelix); memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem; membangun kolaborasi penegakan hukum; melakukan advokasi kebijakan.

Seluruh lima kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan, terutama karena adanya kepemimpinan lingkungan (environmental leadership) yang kuat dan menonjol pada Letjen TNI Doni Monardo.(R/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)