Iqbal Asrullah dan Mutiara Ayu Puspitasari Terbaik di Liga PB Djarum 2020

Jawa Tengah, MINA – Dua pemain muda bulutangkis Indonesia, Iqbal Asrullah dan Mutiara Ayu Puspitasari terpilih sebagai atlet terbaik dari ajang Liga PB Djarum 2020.

Mereka berhasil memperebutkan total hadiah sebesar Rp105.200.000. Sebanyak 16 gelar juara telah diserahkan kepada atlet-atlet terbaik binaan PB Djarum. Demikian dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).

Turnamen internal tersebut selesai dengan rangkaian pertandingan babak final yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Mutiara terpilih sebagai atet putri terbaik Liga PB Djarum setelah menjadi juara di kategori pertandingan U17 meski usianya masih 14 tahun.

Lulusan audisi umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2016 tersebut menjadi juara tunggal putri U17 setelah mengalahkan Ruzana dengan skor 21-8, 20-22, 21-19.

Sementara itu, Iqbal dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga PB Djarum berkat kiprahnya di sektor ganda.

Iqbal sukses meraih gelar juara di dua kategori pertandingan yang diikutinya yaitu ganda campuran U17 dan ganda putra gabung (U17+U19+Dewasa).

Berpasangan dengan Puspa Rosalia Damayanti, Iqbal menjadi juara ganda campuran U17 setelah mengalahkan Carlo Syah Gumilar/Az Zahra Ditya Ramadhani dengan skor 21-15, 21-13.

Di ganda putra gabung, Iqbal yang tampil bareng Dwiki Rafian Restu keluar sebagai juara usai menundukkan Ivan Adi Cahyono/Muh. Putra Erwiansyah 21-14, 15-21, 21-17.

Kepala Pelatih PB Djarum, Fung Permadi mengaku sangat puas dengan penampilan para atletnya di Liga PB Djarum 2020.

“Mereka mampu menunjukan semacam pelampiasan, karena sudah lama tidak mengikuti pertandingan,” kata Fung.

“Mereka begitu bersemangat walaupun dalam satu hari harus bermain berkali-kali tetapi mereka menunjukan daya juang yang cukup tinggi untuk bertanding,”

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin.

“Turnamen ini berjalan bagus sekali dan sukses. Anak-anak ‘kenyang’, karena pertandingannya satu hari ada yang sampai 6 kali bermain,” ucap Yoppy.

“Ini menjadi uji coba bagi anak-anak, seberapa kuat fisik mereka. Jika banyak yang kelelahan, harus ditambah lagi latihannya, dan untuk yang kuat harus dipertahankan,” katanya.

Yoppy tidak menutup kemungkinan untuk kembali menggelar Liga PB Djarum setelah melihat banyaknya sisi positif yang didapat. Terlebih Liga PB Djarum membantu tim pelatih untuk melihat potensi lebih dari atlet-atlet yang mereka asuh. (R/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)