Baghdad, MINA – Otoritas Irak telah menyita platform peluncur drone yang digunakan dalam serangan terhadap pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi, kata kepala Security Media Cell Irak, Saad Maan, pada Sabtu (13/9).
“Satuan tugas intelijen dan keamanan melakukan upaya signifikan dan berhasil menemukan serta merebut platform peluncuran di dalam wilayah Irak,” kata Maan dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Irak (INA) milik negara.
Ia mengatakan prosedur investigasi masih berlanjut dengan melibatkan para ahli forensik, termasuk dokumentasi teknis, pemeriksaan, dan analisis platform. Saudi Gaazette melaporkan.
Maan mengatakan upaya tidak hanya difokuskan pada pengamanan platform tetapi juga pada operasi lapangan dan intelijen intensif untuk mengidentifikasi pelaku serangan tersebut.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Juru bicara militer Irak Sabah Al-Numan mengatakan bahwa badan keamanan dan intelijen sedang melanjutkan operasi untuk menangkap semua pihak yang terlibat dalam serangan yang menargetkan Arab Saudi.
Perkembangan ini terjadi setelah Arab Saudi mengatakan pada Jumat bahwa Pipa Strategis Timur-Barat di wilayah Riyadh dan Madinah telah menjadi sasaran beberapa drone yang diluncurkan dari Irak, menyebabkan cedera dan kerusakan material.
Kementerian Luar Negeri Saudi dengan tegas mengecam serangan tersebut, tetapi mengatakan Kerajaan memilih untuk tidak merespons pada tahap ini, setelah permintaan dari perdana menteri Irak untuk memberi kesempatan kepada Baghdad mengambil langkah-langkah penanganan.
Arab Saudi menekankan bahwa mereka berhak mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, fasilitas, warga, dan penduduknya. []
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic