IRAN AKAN EKSEKUSI MATI PULUHAN TAHANAN POLITIK SUNNI

(Dok: NCRI)
(Dok: NCRI)

Paris, 20 Rabi’ul Awwal 1437/31 Desember 2015 (MINA) – Rezim Iran tengah mempersiapkan segala keperluan untuk proses eksekusi massa sejumlah besar tahanan politik Sunni yang mendekam di Penjara Gohardasht (Rajai-Shahr) Penjara di Karaj, sebelah barat laut Teheran.

Dalam beberapa hari terakhir banyak tahanan Sunni di Hall 10 dari Ward 4 dari penjara tersebut telah dipindahkan ke ruang lain, menurut laporan yang diterima organisasi oposisi Iran yang berbasis di Paris, Prancis. Para tahanan yang tersisa di Hall 10 semuanya tervonis mati.

Demikian laporan Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) pada Rabu (30/12) waktu setempat, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pemisahan tahanan politik yang divonis mati telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam di antara tahanan dan keluarga mereka, bahwa rezim sedang mempersiapkan langkah untuk segera melaksanakan eksekusi.

NCRI mengungkapkan setidaknya terdapat 27 tahanan politik Sunni tervonis mati di Penjara Gohardasht (Rajai-Shahr). Vonis mati tersebut telah diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung rezim Syiah tersebut.

“Mereka telah didakwa dengan berbagai pelanggaran palsu, termasuk ‘bertindak melawan keamanan nasional’, ‘propaganda melawan negara’, ‘menyebarkan kerusakan di muka bumi’, dan ‘Moharabeh’ (berperang melawan Allah),” ungkap NCRI.

Banyak dari tahanan politik ini ditangkap oleh agen-agen dari Kementerian Intelijen dan Keamanan (MOIS) di Provinsi Kurdistan Iran setelah gerakan pemberontakan nasional 2009 melawan rezim mullah.

Sebagian besar dari mereka telah ditahan di sel isolasi dan disiksa selama beberapa bulan setelah penangkapan mereka tanpa akses ke pengacara atau keluarga mereka.

Para tahanan politik Sunni di Gohardasht (Rajai-Shahr) pekan lalu menerbitkan sebuah surat terbuka berjudul ‘teriakan terakhir’.

Dalam surat itu, mereka para tahanan politik menyatakan, “Kami ingin memberitahu Anda bahwa setelah serangkaian eksekusi pemuda Sunni dalam beberapa tahun terakhir, kali ini rezim Iran berniat untuk mengeksekusi semua tahanan tervonis mati Sunni yang tersisa di Penjara Rajai-Shahr.”

Surat mereka mendesak para rekan Sunni di Iran dan para pemimpin agama untuk bergabung bersama untuk mengutuk keras dan mencegah aksi ‘kejahatan bersejarah’ tersebut.

“Selama masa pemerintah Hassan Rouhani, yang disebut-sebut sebagai pemerintahan yang moderat, Iran setidaknya sudah mengeksekusi lebih dari 2.000 orang,” ujar NCRI.

NCRI menyayangkan sikap diam dunia internasional atas eksekusi yang kerap dilakukan oleh rezim di Teheran. Organisasi oposisi pemerintah Iran itu juga mengkritik keras sikap negara-negara Eropa yang mulai menjalin kerjasama ekonomi dengan negara itu. (T/P022/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)