Iran Ancam AFC Karena Larangan Menggelar Pertandingan Sepak Bola Internasional

Teheran, MINA – Federasi Sepak Bola Iran (IFF) mengatakan akan menentang keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang melarang Iran untuk menggelar pertandingan internasional.

Ketua IFF, Heidar Baharvand mengatakan, federasi dan manajer dari empat tim yang bermain di Liga Champions AFC mengadakan pertemuan luar biasa pada Sabtu (18/1) dan memutuskan dengan suara bulat untuk menolak keputusan tersebut.

“Federasi Sepak Bola Iran, klub dan pejabat dengan suara bulat menentangnya dan pasti akan menentang keputusan ini,” kata Bahrvand seperti dikutip dari Al-Jazeera, Ahad (19/1).

Baharvand mengatakan kepada TV pemerintah, jika larangan itu tidak dibatalkan, semua tim akan mundur dari Liga Champions AFC. Iran memiliki empat tim, yakni Persepolis, Esteghlal, Sepahan dan Shahr Khodro.

Federasi pada Jumat (17/1) mengatakan, telah menerima surat dari AFC, mengatakan semua pertandingan yang melibatkan klub Iran akan diadakan di tempat netral.

Tidak disebutkan alasan dari keputusan itu, namun muncul anggapan bahwa keputusan itu terkait dengan jatuhnya pesawat Ukraina pada pekan lalu dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

Seorang pejabat federasi pada Jumat mengatakan, Kementerian Olahraga Iran telah memberikan jaminan keamanan yang diperlukan untuk AFC dan menunjukkan bahwa negara itu sukses menjadi tuan rumah final 2018 di Stadion Azadi Teheran.

Posisi AFC masih dapat digugat karena komite eksekutif badan dijadwalkan akan mengadakan sesi pada Ahad ini untuk membuat keputusan akhir.

“Kami harus menjadi tuan rumah pertandingan, karena ini adalah hak rakyat kami. Kami seharusnya tidak menghalangi penonton kami dari menyelenggarakan permainan. Ini adalah hak mutlak kami dan kami bersikeras,” kata Bahrvand.

Juru bicara IFF Amir Mahdi Alavi mengatakan, Iran sepenuhnya siap untuk menjadi tuan rumah berbagai tim seperti yang telah berulang kali terbukti selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, direktur eksekutif klub Persepolis Mohammad Hassan Ansarifard mengatakan tidak ada tempat yang lebih aman di Timur Tengah dan Asia Barat selain Iran.

“Ini adalah hak tim Iran untuk mendapat manfaat dari kehadiran penonton mereka,” katanya, menurut situs web klub.

Tim sepak bola putra Iran telah berpartisipasi dalam 14 edisi Piala Asia AFC, memenangkan tiga gelar sejak penampilan pertama negara itu pada 1968.

Iran termasuk dalam kelompok elite sepakbola dunia, beberapa kali berhasil tampil di Piala Dunia dan banyak pemainnya dikontrak liga-liga Eropa.

Kepengurusan AFC didominasi negara-negara Teluk yang secara politis merupakan sekutu Arab Saudi dan berseberangan dengan Iran.

Larangan AFC telah membuat marah penggemar di Iran karena sepak bola adalah olahraga paling populer. (T/RE1)

Mi’raj News Agency (MINA)