Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Ancam Serangan Balasan Jika Blokade AS Terus Berlanjut

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 26 April 2026 - 11:38 WIB

Ahad, 26 April 2026 - 11:38 WIB

34 Views ㅤ

Militer Iran meluncurkan drone buatan sendiri di pelabuhan Jask, Iran Selatan. (Foto: X)

Teheran, MINA – Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat jika blokade terhadap pelabuhan dan jalur maritimnya terus berlanjut, di tengah eskalasi ketegangan yang kian memanas di kawasan Teluk.

Pernyataan tersebut disampaikan otoritas militer Iran yang menegaskan bahwa tindakan blokade oleh AS dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional dan bentuk “pembajakan” terhadap aktivitas perdagangan negara tersebut.

Iran juga menegaskan kesiapan militernya untuk merespons setiap ancaman yang mengganggu kedaulatan nasionalnya. Tasnim melaporkan, Ahad (26/4).

Blokade yang diberlakukan sejak pertengahan April itu menargetkan kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sejumlah kapal dilaporkan dicegat dan dipaksa berbalik arah oleh angkatan laut AS, sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran dalam konflik yang masih berlangsung.

Sebagai respons, Iran tidak hanya meningkatkan retorika militernya, tetapi juga sempat menutup kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Langkah ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu stabilitas energi dan perdagangan internasional.

Pengamat menilai ancaman Iran mencerminkan strategi tekanan balik terhadap AS, sekaligus sinyal bahwa konflik dapat meluas jika tidak segera ditemukan solusi diplomatik.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Hingga kini, upaya perundingan yang dimediasi sejumlah negara, termasuk Pakistan, belum membuahkan hasil signifikan karena kedua pihak tetap bersikukuh pada tuntutannya.

Situasi ini menambah ketegangan dalam konflik Iran-AS yang telah berlangsung sejak awal 2026, di mana kedua negara terlibat dalam aksi militer terbatas dan tekanan ekonomi.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda