Iran Heran Denmark Belum Selesaikan Kasus Penodaan Al-Qur’an

Teheran, MINA – Kedutaan Besar Iran di Denmark merasa heran Kopenhagen belum mengakhiri persoalan penodaan Al-Qur’an yang dilakukan di negara itu.

Awal pekan ini, Kedubes Iran mengeluarkan pernyataan, setelah beberapa insiden tindakan penodaan di Denmark dengan persetujuan otoritas negara dalam beberapa pekan terakhir.

“Kedutaan terkejut dengan kurangnya tindakan otoritas Denmark untuk mencegah promosi kekerasan terus menerus dalam bentuk pidato kebencian dan xenofobia serta penghinaan terhadap Al-Qur’an,” kata pernyataan Kedubes Iran dikutip dari Presstv, Selasa (8/8).

Penodaan Al-Qur’an terus berlanjut di Denmark meskipun Organisasi Kerjasama Islam (OKI), atas nama 57 negara Muslim, telah meminta Kopenhagen untuk segera mengambil tindakan guna mengakhiri penghinaan terbuka terhadap umat Islam di seluruh dunia ini.

Baca Juga:  Amnesty: Mesir Deportasi Pengungsi Sudan Secara Tidak Sah

Kedubes Iran, lebih lanjut menegaskan kembali keprihatinannya yang mendalam tentang apa yang menjadi serangan harian terhadap kepercayaan umat Islam di seluruh dunia.

Iran menyerukan kepada pemerintah Denmark untuk mengambil tindakan yang diperlukan sejalan dengan pelaksanaan kewajiban internasionalnya.

Iran juga mendesak Denmark untuk mencegah penghinaan lebih lanjut terhadap Al-Qur’an dan mengakhiri “pertunjukan konyol dengan kedok membela kebebasan berbicara.” (T/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rendi Setiawan

Editor: Widi Kusnadi