Iran Janji Beri “Tanggapan Tegas” terhadap AS

Teheran, MINA – Pemerintah Iran berjanji untuk memberikan “tanggapan yang tegas” terhadap Amerika Serikat (AS) karena bertindak seperti penindas terhadap musuh dan sekutunya, setelah Washington mengatakan akan memberlakukan kembali sanksi PBB tanpa persetujuan PBB.

Presiden Iran Hassan Rouhani berpidato kepada AS dalam pertemuan kabinet yang disiarkan langsung di televisi pada Ahad (20/9).

Ia juga mengucapkan selamat kepada negara-negara besar karena menolak tekanan AS untuk mengembalikan sanksi PBB pada Iran.

Ia mengatakan bahwa upaya AS itu “telah mencapai titik kegagalan definitif”.

Hari ini “akan menjadi hari yang tak terlupakan dalam sejarah diplomasi negara kita,” katanya, demikian dikutip dari Al Jazeera.

AS telah mencoba mengumpulkan dukungan dari para penandatangan kesepakatan nuklir setelah penarikan dirinya secara sepihak dari kesepakatan nuklir.

Rouhani mengatakan, AS mengharapkan Iran untuk bertindak tidak rasional sehingga memberikan alasan untuk membentuk koalisi internasional melawan Teheran.

“Hari ini kami dapat mengatakan ‘tekanan maksimum’ AS terhadap bangsa Iran, secara politik dan hukum, telah berubah menjadi ‘isolasi maksimum’ bagi AS itu sendiri,” katanya.

Presiden Iran juga berbicara kepada lima penandatangan kesepakatan nuklir yang tersisa, mengulangi janji bahwa jika mereka sepenuhnya mematuhi komitmennya di bawah kesepakatan tersebut, Teheran juga akan sepenuhnya melaksanakan komitmennya.

Tepat satu tahun setelah AS membatalkan keikutsertaannya dalam kesepakatan nuklirnya, Iran mulai secara bertahap menurunkan komitmennya, termasuk yang berkaitan dengan cadangan uranium yang diperkaya. Namun, Iran tetap memberikan akses bagu Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

AS mengancam memutuskan hubungan dengan semua anggota tetap DK PBB lainnya terkait langkah sanksi, – termasuk sekutu dekat Washington, Inggris, Prancis dan Jerman – yang menurut komunitas internasional. tidak memiliki dasar hukum.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Ahad mengatakan, para pemimpin Eropa “belum mengangkat satu jari pun” untuk menghentikan penjualan senjata ke Iran.

Dia mengatakan kepada Fox News, “penjualan senjata, tank, sistem pertahanan udara, semua itu, dalam beberapa pekan, akan diizinkan untuk dijual. Orang Eropa tidak bergabung dengan kami dalam hal ini.” (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)