Teheran, MINA – Iran pada Rabu (22/4) mengumumkan, berhasil meluncurkan satelit militer pertama ke orbit. Khaleej Times melaporkan.
Korps Pengawal Revolusi Iran mengatakan, satelit “Noor” mengorbit pada ketinggian 425 km (264 mil) di atas permukaan bumi.
Peluncuran itu memicu protes dari Amerika Serikat dan memicu ketegangan baru setelah program nuklir dan rudal Teheran.
Militer AS mengatakan, teknologi balistik jarak jauh yang sama digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit, dapat memungkinkan Teheran meluncurkan senjata jarak jauh, termasuk mungkin hulu ledak nuklir.
Baca Juga: Suriah Sambut Resolusi Pertama Dewan HAM PBB Setelah Jatuhnya Assad
Pentagon menolak untuk mengkonfirmasi apakah Noor berada di orbit dan sedang beroperasi.
“Akan membutuhkan waktu untuk membuat penilaian seperti itu,” Menteri Lur Negeri AS Mike Pompeo, dengan menyatakan kecamannya.
Bagi Iran, peluncuran itu menandai kemajuan besar bagi militernya, setelah upaya peluncuran berulang kali gagal dalam beberapa bulan terakhir.
Korps Pengawal Iran mengatakan, menggunakan pesawat pembawa Qased (Messenger), untuk meluncurkan Noor.
Baca Juga: Warga Daraa Suriah Unjuk Rasa Mengutuk Serangan Israel
“Peluncur satelit Qased tiga tahap menggunakan kombinasi bahan bakar padat dan cair,” katanya.
Sekutu AS, Israel mengecam peluncuran satelit Iran tersebut.
“Israel menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut pada rezim Iran. Semua untuk mencegahnya dari melanjutkan kegiatan berbahaya,” kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah pernyataan. (T/RS2/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pemerintah Suriah Desak Dunia Internasional Hentikan Serangan Israel