Iran Sebut Terorisme Tumbuh Setelah Insiden 9/11

New York, 22 Dzulhijjah 1437/24 September 2016 (MINA) – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dalam debat umum tahunan PBB Kamis (22/9) waktu setempat, bahwa aksi-aksi terorisme berkembang cepat di dunia setelah insiden 9/11 (11 September 2001).

“Lima belas tahun telah berlalu sejak serangan teroris menyakitkan di New York City, bencana yang dimensinya berpindah ke seluruh dunia,” kata Presiden Rouhani.

Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency) dari sumber UN News menyebutkan, Rouhani menekankan, tidak ada yang membayangkan bahwa peristiwa mengerikan itu akan mengakibatkan bencana yang lebih besar, termasuk perang yang menghancurkan di Timur Tengah dan penyebaran terorisme.

“Sebuah abad yang dimulai dengan teror di New York City, yang seharusnya tidak harus berlanjut dengan penyebaran kebencian, kekerasan dan perusakan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Ini masalah yang paling mendesak bagi para pemimpin dunia, bagaimana mengatasi terorisme secara komprehensif.”

“Hari ini,” lanjutnya, “pertanyaan paling mendesak untuk kita adalah menghadapi situasi seperti sebagai agenda forum internasional,” di mana debat jujur harus dilakukan mengenai kebijakan cacat dan tindakan yang keliru.

“Kebijakan yang telah membuka ketidakamanan di seluruh dunia, dan apa yang akan terjadi di dunia 15 tahun dari sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, asal-usul ekstremisme kekerasan tanpa batas dan terorisme dapat dikaitkan dengan strategi keamanan yang dikembangkan oleh negara-negara besar dalam 15 tahun terakhir. Terutama berfokus pada memajukan represi dan intervensi militer dengan dalih menciptakan lingkungan yang aman bagi warga negara mereka, lanjutnya.

“Pelajaran utama dari analisis kecenderungan ini adalah bahwa keamanan di satu wilayah memerlukan biaya ketidakamanan di negara lain, dan bisa menyebabkan lebih banyak rasa tidak aman di mana-mana,” katanya.

Sayangnya, ujarnya, beberapa kekuatan telah memberikan dukungan rahasia dan terbuka untuk kelompok-kelompok teroris dan bahkan membiarkan pembentukan mereka. Sementara kekuatan yang sama sekarang melakukan kekejaman terhadap orang-orang yang tidak bersalah dengan kedok memerangi terorisme, kata Rouhani.

Hari ini pada kenyataannya, wacana kebencian dan kekerasan di Timur Tengah dan Afrika Utara menyebar dengan kecepatan yang mengagumkan, katanya.

“Palestina masih menderita oleh apartheid dan kekejaman yang ditetapkan oleh rezim Zionis,” tegasnya.

Presiden Iran Rouhani menentang setiap jenis sektarianisme dan setiap upaya untuk mempertentangkan kesenjangan agama.

“Orang-orang Muslim, baik itu Syiah atau Sunni, telah hidup bersama selama berabad-abad secara harmonis dan saling menghormati,” imbuhnya. (T/P4/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)