Iran Setuju Mulai Kembali Pembicaraan Nuklir pada November

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian (tengah) berbicara dalam pertemuan para menteri luar negeri negara-negara tetangga Afghanistan di Teheran pada 27 Oktober 2021. (IRNA)

Teheran, MINA – Iran telah setuju untuk melanjutkan pembicaraan bulan depan dengan kekuatan dunia mengenai kesepakatan nuklirnya, kata Wakil Menteri Luar Negeri Ali Bagheri, Rabu (27/10), setelah pembicaraan dengan mediator Uni Eropa di Brussels.

Para peserta lain dalam pembicaraan – termasuk negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran – masih perlu mengkonfirmasi untuk kembali ke meja perundingan, The New Arab melaporkan.

“Kami setuju untuk memulai negosiasi sebelum akhir November. Tanggal pastinya akan diumumkan dalam pekan depan,” kata Bagheri yang juga menjabat sebagai Kepala Negosiator Teheran di Twitter.

Uni Eropa dan kekuatan dunia telah berjuang untuk mencoba mendapatkan negosiasi di Wina yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan 2015 kembali ke jalurnya, setelah pemilihan umum di Teheran.

Kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap krisis atas program nuklir kontroversialnya telah hampir mati, sejak mantan presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan pada Mei 2018 dan memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Teheran.

Penggantinya Joe Biden mengatakan, dia siap untuk memasuki kembali perjanjian, selama Iran memenuhi prasyarat utama, termasuk kepatuhan penuh terhadap kesepakatan yang persyaratannya telah berulang kali dilanggar dengan meningkatkan kegiatan nuklir sejak AS meninggalkan pakta tersebut.

Namun, pemimpin AS di Iran, Rob Malley, pada Senin (25/10) memperbarui peringatannya bahwa Amerika Serikat memiliki “pilihan lain”, jika pekerjaan nuklir Iran terus maju, meskipun dia mengatakan pemerintahan Biden lebih suka diplomasi.

Uni Eropa bertindak sebagai koordinator untuk kesepakatan, yang juga melibatkan Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia. (T/RI-1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)