Iran Siap Bahas Haji 2017 dengan Arab Saudi

Teheran, 12 Rabi’ul Akhir 1438 H/11 Januari 2017 (MINA) – Seorang pejabat senior di Teheran mengatakan, para petinggi Iran siap untuk “ikut serta dalam pembicaraan bilateral” dengan Arab Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji tahun 2017.

Kantor Berita resmi Iran, IRNA, Senin (9/1) malam mengutip pernyataan seorang perwakilan Iran, Ali Qaziaskar.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dikutip IRNA mengatakan, Iran seperti negara-negara Islam lainnya menerima surat undangan dari Riyadh untuk membahas pelaksanaan ibadah haji mendatang.

Iran memboikot ibadah haji 2016 setelah peristiwa dorong-dorongan dan desak-desakan di tempat sempit pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2015 yang menurut Associated Press menewaskan sedikitnya 2.426 orang. Jamaah Iran paling banyak tewas, 464 orang dalam musibah tersebut.

Beberapa bulan kemudian Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah orang-orang Iran yang marah menyerang misi diplomatik Saudi menyusul dihukum matinya seorang ulama Shiah asal Arab Saudi.

Pemerintah Iran pada Mei 2016 memutuskan untuk tidak  mengirimkan jamaah haji, setelah mereka gagal mencapai kesepakatan dengan Arab Saudi tentang manajemen jamaah haji.

Negosiasi yang dilakukan di Arab Saudi waktu itu merupakan upaya mencari jalan guna memungkinkan jamaah Iran menunaikan ibadah haji setelah Arab Saudi menutup kedutaannya di Teheran, dan penerbangan dari Teheran ke Arab Saudi dihentikan.

Menurut kantor berita Iran, IRNA, Menteri Kebudayaan Ali Jannati, yang memimpin negosiasi tahun 2016 mewakili Iran tersebut, menggambarkan sikap pejabat Saudi yang sangat dingin.

“Negosiasi yang dilakukan tidak berhasil menyelesaikan masalah, dan sekarang sudah terlalu terlambat untuk mengelola keberangkatan warga Iran untuk menunaikan ibadah haji,” kata Jannati, seperti dilansir Al Arabiyah, 12 Mei 2016. (RS1/P1)