Irfan Syauqi: Ekonomi Syariah Dapat Dijadikan Instrumen Mitigasi Krisis Ekonomi

Jakarta, MINA – Dr Irfan Syauqi Beik, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah dapat dijadikan instrumen yang dapat memitigasi dampak dari krisis ekonomi, sekaligus memberikan daya ungkit bagi suatu perekonomian untuk kembali bangkit.

“Tentu kita berharap bahwa Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah global sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, diperlukan berbagai langkah dan upaya strategis, agar visi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia tahun 2024 bisa tercapai,” ujarnya, demikian keterangan tertulis diterima MINA, Sabtu (9/1).

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan komparatif yang memungkinkannya menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Keunggulan tersebut antara lain ditinjau dari sisi jumlah penduduk muslim (market advantage), potensi geografis dan sumber daya alam, serta dari sisi ekosistem halal dan dukungan regulasi yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Dr Irfan juga mengomentari adanya merger tiga bank syariah milik BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Menurutnya, ada tiga peran yang dapat dijalankan oleh BSI dengan baik kedepan.

Pertama, market penetration leader (penggerak penetrasi pasar). BSI diharapkan menjadi energi yang akan menggerakkan industri perbankan syariah untuk melakukan penetrasi pasar lebih dalam dan lebih luas, sehingga pangsa pasar perbankan syariah bisa naik dari kisaran enam persen saat ini.

Kedua, value transmitter (pemancar nilai). BSI diharapkan menjadi institusi yang menjadi pemancar nilai-nilai ekonomi dan keuangan syariah, bukan hanya pada industri perbankan, namun juga pada seluruh sektor dalam perekonomian nasional.

“Transformasi nilai-nilai ekonomi syariah yang bersifat universal dan inklusif ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mendasar dalam perekonomian seperti kemiskinan dan kesenjangan,” katanya.

Peran ketiga yang dapat dijalankan BSI, adalah innovation center (pusat inovasi). Keberadaan BSI diharapkan mampu mendorong lahirnya beragam inovasi yang akan memperkuat kualitas perbankan syariah nasional, sekaligus meningkatkan daya saing bank syariah pada level global. (R/Hju/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)