Irlandia Kutuk Rencana Permukiman Baru Israel

Dublin, MINA – Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Irlandia Simon Coveney mengutuk pengumuman Israel terbaru tentang rencana pembangunan permukiman dan perluasan di daerah Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

“Semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki jelas ilegal di bawah hukum internasional,” kata Coveney dalam sebuah pernyataan pers di Dublin pada Ahad (23/2), WAFA melaporkan.

Dia menekankan, pembangunan permukiman di permukiman ilegal Har Homa dan Givat Hamatos di Yerusalem Timur yang diduduki akan merusak kelangsungan hidup dan kedekatan wilayah Negara Palestina di masa depan.

“Saya mendesak pemerintah Israel untuk berhenti dari langkah lebih lanjut sehubungan dengan rencana pemukiman spesifik ini, dan untuk menghentikan semua pembangunan permukiman,” tegasnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (20/2) mengumumkan pembangunan ribuan unit pemukiman baru di dekat Yerusalem Timur.

Netanyahu menyetujui pembangunan 5.200 unit baru di permukiman ilegal Givat Hamatos dan Har Homa, yang terletak di selatan Yerusalem.

Menurut Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), pengumuman itu merupakan implementasi dari rencana Kesepakatan Abad ini dari Presiden Trump dan Netanyahu.

PLO menyatakan, dibutuhkan tindakan internasional untuk mendesak Israel dan AS tidak melanggar hukum dan ketertiban internasional yang berkelanjutan. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)