Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ISIS EKSEKUSI TERDUGA MATA-MATA RUSIA

Rudi Hendrik - Jumat, 4 Desember 2015 - 09:50 WIB

Jumat, 4 Desember 2015 - 09:50 WIB

438 Views

Gambar dalam video eksekusi terduga mata-mata Rusia oleh ISIS. (ARA News)

ISIS-300x161.png" alt="Gambar dalam video eksekusi terduga mata-mata Rusia oleh ISIS. (ARA News)" width="300" height="161" /> Gambar dalam video eksekusi terduga mata-mata Rusia oleh ISIS. (ARA News)

Raqqa, Suriah, 21 Safar 1437/3 Desember 2015 (MINA) – Kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) merilis sebuah video baru yang menunjukkan pemenggalan anggota militan yang dituding sebagai mata-mata Rusia di dalam kelompok.

Video yang dirilis pada Rabu (2/12) itu menunjukkan algojo melambaikan pisau dan berdiri di belakang seorang tawanan yang berlutut.

Video muncul ketika Rusia meningkatkan serangan udaranya terhadap kelompok oposisi di Suriah dan memperkuat pasukan militer Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Di bawah tulisan dalam video berbunyi “O Rusia, Anda akan kecewa dan dipermalukan”, algojo berbicara bahasa Rusia dengan fasih, mengancam Rusia sebelum mengeksekusi tawanan.

Baca Juga: Suriah Sambut Resolusi Pertama Dewan HAM PBB Setelah Jatuhnya Assad

Video berdurasi delapan menit itu telah diunggah secara luas oleh aktivis pro-ISIS dan simpatisannya di media sosial.

Tawanan mengaku, ia telah direkrut oleh intelijen Rusia untuk mengumpulkan informasi tentang ISIS, terutama dari anggota baru asal daerah Kaukus yang bergabung dengan kelompok itu.

Khasiev Magomid lahir tanggal 4 Agustus 1992 di kota Grozny di Republik Chechnya. Ia masuk wilayah yang dikuasai ISIS dengan nama “Haroun” atas perintah dari intelijen Rusia.

Dalam video terbaru itu, Magomid mengaku akan mengungkapkan tujuan sebenarnya ia memasuki wilayah ISIS.

Baca Juga: Warga Daraa Suriah Unjuk Rasa Mengutuk Serangan Israel

Sejak awal kampanye udara Rusia di pada akhir September lalu, ISIS telah mengancam akan melakukan serangan terhadap Rusia.

Di wilayah Sinai Mesir, ISIS mengaku bertanggung jawab atas meledaknya pesawat penumpang Rusia pada akhir Oktober, menewaskan 224 orang. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Pemerintah Suriah Desak Dunia Internasional Hentikan Serangan Israel

Rekomendasi untuk Anda