ISIS TINGGALKAN PINGGIRAN DAMASKUS DALAM KESEPAKATAN

Anggota militan Islamic State (ISIS) di slah satu lokasi di Kamp Yarmouk, Damaskus. (Foto: Al Jazeera)
Anggota militan Islamic State (ISIS) di slah satu lokasi di Kamp Yarmouk, Damaskus. (Foto: Al Jazeera)

Damaskus, 14 Rabi’ul Awwal 1437/25 Desember 2015 (MINA) — Anggota Islamic State (ISIS) yang terluka diizinkan menarik diri dari pinggiran kota Damaskus sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintah Suriah.

Organisasi pemantau Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) yang berbasis di London mengatakan pada Kamis (24/12), bus untuk mengangkut para korban dari Al-Qadam, pinggiran Damaskus sudah mulai tiba.

Para korban termasuk anggota Islamic State (ISIS/Daesh) akan diizinkan untuk meninggalkan lingkungan Yarmouk, Al-Hajar Al-Aswad dan Al-Qadam di ibukota Suriah.

Mereka akan diikuti oleh anggota keluarga pendukung kelompok. Al Jazeera memberitakannya yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Sumber memberitahu SOHR sekitar tiga tujuan yang mungkin, yaitu Bir Al-Qasab di Reef Dimashq, pedesaan di Homs dan pedesaan Raqqa,” kata sebuah pernyataan di situs organisasi pemantau yang memiliki banyak jaringan sumber di Suriah.

PBB mengatakan sedang mengamati kesepakatan para fihak yang bertikai, tapi tidak mengambil bagian di dalamnya.

ISIS memiliki kehadiran yang relatif kecil di Damaskus, tapi membuat keuntungan besar di kamp pengungsi Yarmouk yang banyak ditempati oleh pengungsi Palestina sejak puluhan tahun lalu.

ISIS kewalahan menghadapi pejuang Palestina yang bersekutu dengan pemerintah dan faksi yang netral.

Bagian lain Kamp Yarmouk sebelumnya dikepung oleh pemerintah Suriah, yang menyebabkan kekurangan makanan untuk warga di daerah itu.

Pada saat ISIS meningkatkan serangannya di wilayah itu, penduduk yang awalnya berjunlah 160.000 orang, kini hanya tinggal sekitar 18.000 jiwa. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)