Islamofobia di Spanyol Meningkat Sejak Awal 2015

Madrid, 5 Rajab 1437/15 April 2016 (MINA) – Kebencian terhadap Islam di beberapa wilayah Spanyol melonjak sejak awal 2015 lalu. Hal itu diketahui usai terjadi serangkaian serangan terhadap masjid, menurut laporan media.

“Sejak serangan Brussels beberapa waktu lalu, sejumlah masjid dirusak di sejumlah kota Spanyol seperti Salamanca di barat dan Granada di selatan,” kata Kepala Komisi Islam Spanyol, Riay Tatary, mewakili 1,89 juta Muslim di negara itu, International Islamic News Agency (IINA) dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), melaporkan.

Sementara itu, Presiden Federasi Muslim Spanyol, Mounir Benjelloun kepada AFP mengungkapkan, lebih dari 534 insiden Islamofobia termasuk penyalahgunaan online, tercatat tahun lalu, naik dari 48 persen dari tahun sebelumnya.

“Jenis-jenis serangan terhadap Muslim meningkat setiap kali ada tindakan kekerasan di negara Eropa,” katanya.

Ia kemudian mengutip beberapa contoh, seperti serangan terhadap majalah satir mingguan Charlie Hebdo, awal tahun lali, kemudian serangan terhadap polisi dan supermarket halal di Paris yang menewaskan 17 orang dan serangan simultan pada restoran, ruang konser serta stadion sepak bola di ibukota Perancis pada November 2015 yang menewaskan 130 orang.

Polisi Spanyol, Selasa (13/4), mengidentifikasi 14 orang yang terkait dengan kelompok kanan yang mengambil bagian berunjuk rasa di sekitar masjid utama di Madrid sambil membentangkan plakat bertuliskan “Hari ini Brussels, besok Madrid” pasca terjadi serangan mematikan di bandara dan metro Brussels pada bulan lalu.

Sumber kepolisian melaporkan bahwa jaksa sedang menyelidiki insiden tersebut dan mencari barang bukti untuk menentukan apakah 14 orang itu bisa didakwa dengan kejahatan kebencian atau tidak.

Di hari yang sama, polisi di Parla, pinggiran selatan Madrid, mengatakan, pihaknya telah menangkap seorang pria terkait dengan sayap kanan karena dicurigai melemparkan cat merah di pintu masuk masjid dan lukisan swastika di pintunya.

Di lain pihak, Komunitas Persatuan Islam di Spanyol langsung mengeluarkan pernyataan bahwa kelompok-kelompok ekstremis bertekad untuk memanipulasi opini publik dengan mencoba untuk bersama-sama menembar kebencian terhadap Muslim.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat, sedikitnya ada 70 kejahatan kebencian terhadap Islam pada tahun lalu, naik dari 6,3 persen pada tahun 2014.

Benjelloun mengatakan, angka dari kementerian itu jauh lebih rendah karena dalam banyak kasus, korban sering enggan untuk mengajukan keluhan dengan polisi dan beberapa pos polisi. (T/P011/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)