Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BANGUNAN BARU RS DI GAZA DIRESMIKAN, RI IKUT BANTU

Admin - Jumat, 16 Mei 2014 - 19:20 WIB

Jumat, 16 Mei 2014 - 19:20 WIB

694 Views ㅤ

Gaza City, 16 Rajab 1435/17 Mei 2014 (MINA) – Perdana Menteri Ismail Haniya telah meresmikan sebuah bangunan baru bertingkat tujuh bernilai l8 juta dolar AS bantuan Islamic Development Bank (IDB) di lingkungan rumahsakit utama di pusat Kota Gaza (As Syifa), pengganti gedung yang hancur akibat serangan Israel.

Bangunan itu mulai dibangun sejak 10 tahun lalu, beberapa kali terjadi tertunda akibat kekurangan dana, sampai akhirnya IDB memberi bantuan, yang diimplementasikan oleh Hilal Ahmar Qatar bekerjasama dengan Hilal Ahmar Palestina, demikian Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza, melaporkan, Jumat.

Bantuan IDB berasal dari donasi beberapa negara anggotanya, termasuk Indonesia.

Bangunan  berlantai tujuh dengan dua basement ini terdiri dari delapan ruangan operasi dan 170 tempat tidur.

Baca Juga: Hari Anak Palestina: Israel Menarget Anak Palestina dengan Berbagai Cara

Dalam pidato yang disampaikan di depan ratusan tamu undangan, PM Palestina Ismail Haniya, mengatakan, dengan bangunan rumahsakit ini, para insinyur Palestina berhasil mempersembahkan karya besar untuk bangsanya meskipun ditimpa berbagai kesulitan akibat blokade Israel.

Ini adalah karya besar, bangunan ini bukan hanya sekedar untuk perkumpulan dokter-dokter Palestina, tapi lebih dari itu dan tercatat sebagai sejarah dari karya para insinyur-insinyur Palestina. Makna dari bangunan ini juga merupakan keberhasilan menantang blokade Israel dan tanda menuju kemenangan,” ujar Haniya.

Pemerintah dan rakyat Gaza selalu tegar menghadapi berbagai cobaan yang mendera, baik akibat blokade atau berbagai serangan dari zionis Israel, lanjutnya.

“Seluruh rumah sakit di jalur Gaza dan Kementerian Kesehatan, telah menghadapi peperangan, blokade dan berbagai macam ancaman. Kita ketahui pada perang furqon 160 orang syahid dan ratusan luka-luka dalam waktu 1 jam saja, pada saat itu rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza belum siap dan lengkap untuk menangani mushibah ini. Akan tetapi seluruh warga Palestina berdiri menghadapinya. Dari sini sebelum dan setelah perang pertama dan kedua, anak-anak Palestina bekerja tanpa bayaran, sekalipun untuk penghidupan, mereka tegar dan berdiri kokoh menghadapinya,” Kata Haniya penuh semangat.

Baca Juga: Pakar HAM: Hukum Internasional untuk Lindungi Anak-Anak Kini Tidak Berarti

Hal lain disampaikan Haniya, bahwa dari berdirinya bangunan baru rumahsakit  ini adalah bahwa Kementerian Kesehatan merupakan kementerian besar yang telah teruji kemampuannya, setelah beberapa kali terjadi pergantian menteri yang sejak Hamas menguasai Jalur Gaza.

“Kementerian Kesehatan adalah kementerian yang besar. Untuk membangun membutuhkan kesungguhan yang besar,” kata Haniya dengan menyebut nama-nama menteri kesehatan, Dr Riyadh, Dr. Basim Naim dan saat ini Dr. Mufeed Mukhallalati, semuanya berkesinambungan dan berkaitan.

Dalam kesempatan ini Haniya juga mengucapkan terima kasih kepada semua fihak yang bergabung untuk membantu masyarakat Palestina, semua yayasan yang bergerak untuk kemashlatan bangsa dan warga Palestina. Secara khusus ia menyebut Qatar yang telah menyediankan bantuan senilai 450 juta dolar AS untuk bangsa Palestina di jalur Gaza.

Pada akhir acara Menteri Kesehatan Palestina Dr. Mufeed Mukhallalati juga menyatakan berterima kasih pada Pemerintah Indonesia yang turut serta membantu pembangunan gedung tersebut. Menurut kabar yang diperoleh, Pemerintah Indonesia juga menyumbangkan dana melalui IDB sebesar 2 juta dolar AS untuk pembangunan gedung rumahsakit tersebut.

Baca Juga: Rabbi yang Tuduh Hamas Lakukan Pemerkosaan Ditangkap atas Pelecehan Anak

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPR Palestina Ahmad Bahar, mantan menteri kesehatan Basim Naim dan menteri kesehatan Mufeed Mukhallalati dan lain-lain.  (L/K01/K02/K03/P015/IR)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Abu Obeida: Netanyahu Bertanggung Jawab atas Nyawa Tawanan Israel

Rekomendasi untuk Anda