Ismail Haniyah Apresiasi Peneliti Palestina Penemu Obat Kanker Pankreas

Bara Abdullah Abu Asakir.(Foto: PIP)

Doha, MINA – Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswi Bara Abdullah Abu Asakir, asal kota Rafah Gaza Selatan, atas penelitiannya di Universitas Barcelona Spanyol, tentang senyawa protein yang mampu menghambat dan melumpuhkan kanker pankreas hingga 80% tanpa efek samping.

Dalam sambungan telepon dengan mahasiswi Bara Abu Asakir, Kamis (3/3), Haniyah memaparkan kebanggaan atas penemuan ini, sebagai pesan kemanusiaan luhur yang diusung dengan nama bangsa Palestina, dan peranan kemajuan dalam menanggulangi penyakit ini.

Dia berharap kepada Bara untuk terus semangat menyelesaikan disertasi doktoralnya, dan mengharumkan Universitas Islam sebagai almamater pertama Bara, Pusat Informasi Palestina melaporkannya.

Selain itu, Haniyah menyampaikan kebanggaannya kepada Bara yang berasal dari Gaza, berhasil melewati kesulitan blokade, dan dengan kemampuannya mampu terbang ke negara Eropa, semoga kelak mampu berperan dalam mengakhiri penderitaan bangsa Palestina.

Gaza hingga kini menjadi penjara besar bagi warga Palestina, sejak 15 tahun lalu diblokade penjajah zionis, baik darat, laut maupun udara, yang menyebabkan krisis kemanusiaan di berbagai sektor kehidupan. Namun tak menghalangi putera-puteri terbaiknya untuk meraih cita-cita besar dan mengharumkan nama Palestina, seperti yang diraih mahasiswi Bara.

Peneliti Bara Abu Asakir adalah penduduk Jalur Gaza, dan dia lulus dari Universitas Islam Gaza pada 2016. Setelah lulus, dia diangkat sebagai asisten pengajar selama satu tahun, dan pada tahun 2019 dia memperoleh gelar master dari Universitas Barcelona.

Penemuannya yang dipatenkan bertajuk “p1.3 peptidomimetic”, sebuah konjugat yang dirancang untuk mengikat protein yang bertanggung jawab atas munculnya kanker pankreas.

Fungsi konjugat ini adalah untuk menghambat kerja protein karsinogenik.

Penyembuhannya tercapai setelah dua tahun penelitian berturut-turut oleh Abu Asakir yang melakukan eksperimen ekstensif di departemen “Biomedical/Klinik Rumah Sakit” di Fakultas Kedokteran di Universitas Barcelona.

Pada 18 Februari 2022, paten obat tersebut didaftarkan di perusahaan farmasi Spanyol “Bosch i Gimpera”.(T/R1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)