Isra Mi’raj dan Pembebasan Al-Aqsa di Tengah Wabah Corona

Oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds, Alumni Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Sana’a Yaman

Peringatan Isra Mi’raj di keramaian massa tahun ini tampaknya diundur tahun berikutnya, di tengah menularnya wabah virus corona di mana-mana.

Para penceramah umumnya menyampaikan kandungan Surat Al-Isra ayat pertama dalam tausiyah Isra Mi’rajnya. Ayat itu berbunyi:

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

Artinya : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isra [17]  : 1).

Sebuah mukjizat luar biasa yang terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia, yang secara spiritual membawa oleh-oleh kewajiban mendirikan shalat fardhu lima waktu sehari semalam.

Maka, ulama membuat ungkapan الصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ (shalat adalah mi’rajnya orang-orang yang beriman).

Maknanya, saat kita melaksanakan ibadah shalat itulah, saat itulah bak sedang bermi;raj ke langit ketujuh. Sedang menghadap dan berdialog dengan Allah.

Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Mekkah sebelum Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hijrah ke Madinah, yaitu setahun sebelum hijrah. Menurut sebagian ulama, terjadi pada malam tanggal 27 Rajab (tahun 621 M).

Isra’ Mi’raj terjadi ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berada dalam situasi tekanan dan hinaan yang kuat dari kelompok musyrikin Mekkah, terutama dari Abu Jahal, Abu Lahab, dan sekutunya. Sementara ketika itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam baru saja ditinggal wafat isterinya tercinta Khadijah Al-Kubra, pendamping sejati, pembela dan pendukung utama perjuangan dakwahnya. Pada saat beriringan, beliau juga baru saja berduka karena meninggalnya Abu Thalib pamannya yang selama ini turut menjadi tameng pembelanya. Itulah tahun duka cita atau disebut dengan ‘amul hazn’.

Pembebasan Al-Aqsa

Salah satu hikmah terbesar dari peringatan Isra Mi’raj adalah sinyal pembebasan Al-Aqsa Palestina dari penjajahan dan penodaan dari mereka yang bukan haknya.

Tahun ini bersamaan dengan mewabahnya virus corona di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina, dan kawasan Kota Tua Yerusalem tempat Masjidil Aqsa berada.

Otoritas Palestina melalui Kementerian Kesehatan telah menemukan berbagai kasus warga yang terjangkiti virus. Dewan Wakaf Masjid Al-Aqsha juga mengkampanyekan pembatasan umat Muslim yang akan shalat berjamaah di sana.

Pasukan keamanan Israel apalagi, mereka dengan dalil penegahan virus, menutup hamper semua pintu gerbang ke Al-Aqsa, dan mencegah umat Muslim memasukinya.

Bahkan pencegatan sudah dilakukan di pintu-pintu kota Yerusalem. Namun, pada waktu yang sama puluhan pemukim Yahudi dengan leluasa memasuki kompleks Al-Aqsa untuk mengadakan ritual Talmud di Tembok Ratapan.

Maka, umat Muslim di kawasan Al-Quds dan sekitarnya, walaupun secara terbatas tapi terpilih, tetap ke Masjidil Aqsa untuk melaksanakan shalat berjamaah dan terutama shalat Jumat.

Memang tidak seperti biasanya, saat normal jamaah Jumat bisa mencapai antara 40 ribu hingga 50 ribu jamaah. Sejak kebijakan menyangkuta pencegahan corona ada 10 ribu jamaah.

“Kalau kita tidak makmurkan Al-Aqsa, dengan berbagai perangkat pencegahan virus, maka mereka Yahudi yang berbondong-bondong memasukinya,” ujar jama’ah.

Mereka tetap meyakini bahwa memakmurkan Masjidil Aqsa apapun kondisi dan risikonya merupakan bagian dari penjagaan dan pembebasannya.

Mereka sangat meyakini akan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang menyampaikan:

لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ”. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَ: “بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ 

Artinya, “Tidak henti-hentinya kelompok dari umatku yang menampakkan kebenaran terhadap musuh mereka. Mereka mengalahkannya, dan tidak ada yang membahayakan mereka orang-orang yang menentangnya, hingga datang kepada mereka keputusan Allah, dan tetaplah dalam keadaan demikian”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, di manakah mereka?”. Beliau bersabda, “Di Bait Al-Maqdis dan di sisi-sisi Bait Al-Maqdis”. (HR Ahmad dari Abi Umamah).

Landasan aqidah Surat Al-Isra ayat pertama dan hadits tersebut juga dalil-dalil lainnya menunjukkan ketinggian, keutamaan, dan kemuliaan Masjid Al-Aqsa di dalam Islam. Hal tersebut menekankan pentingnya kaum Muslimin memperhatikan Masjid Al-Aqsa serta menekankan tanggung jawab umat Islam di seluruh dunia dalam membela dan menjaga masjid tersebut.

Umat Islam tidak boleh membiarkan apalagi melalaikannya dikuasai oleh yang bukan haknya, seperti berlangsung saat ini. Walau dunia sedang bersama-sama menghadapi pandemi corona, tapi Al-Aqsa harus tetap menjadi kiblat perhatian perjuangan dunia Islam.

Masjid Al-Aqsa adalah hak milik yang sah, milik kita umat Islam, “Al-Aqsa Haqquna !!!”. (A/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)