Israel Akan Bangun 800 Rumah Yahudi di Al-Quds dan Tepi Barat

Al-Quds, 30 Ramadhan 1437/5 Juli 1437 (MINA) – Otoritas Pendudukan Israel telah mengumumkan rencana untuk membangun 800 rumah baru untuk pemukim ilegal Yahudi Israel di Al-Quds (Yerusalem Timur) dan di Tepi Barat yang diduduki.

Koran harian Israel Haaretz melaporkan, rencana yang mencakup 560 unit rumah di permukiman ilegal Maale Adumim di Tepi Barat yang diduduki, telah disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Ahad malam (3/7) sebelum ia berangkat selama lima hari ke Afrika Timur.

Pada Jumat sebelumnya, Otoritas Israel juga mengumumkan rencana untuk melanjutkan proses membangun 42 rumah di permukiman ilegal Kiryat Arba.

Langkah itu satu hari setelah seorang gadis 13 tahun ditikam sampai mati di dalam area permukiman.

Dalam reaksinya, Netanyahu berjanji untuk “memperkuat” permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, demikian Anadolu Agency memberitakannya yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kelompok hak asasi manusia Israel Peace Now, yang memonitor pembangunan permukiman, mengkritik langkah itu.

“Tidak ada pembenaran untuk kekerasan, dan serangan mematikan baru pada warga Israel. Namun, pembangunan permukiman di jantung masa depan negara Palestina membahayakan, baik kemungkinan untuk perdamaian kedua negara dan keamanan warga Israel,” kata kelompok itu.

Otoritas entitas Zionis itu juga telah menyetujui rencana untuk membangun 600 rumah bagi warga Palestina di Al-Quds, satu langkah yang ditentang oleh Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet, karena rumah yang direncanakan berada di lokasi yang sama dengan permukiman Israel yang diusulkan. (T/P001/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)