Israel Akan Bertindak Agresif Karena Dihentikannya Penjualan Es Krim Jerry’s

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan kepada kepala Unilever, pihaknya akan “bertindak agresif” terhadap anak perusahaan itu Ben & Jerry’s atas keputusannya untuk berhenti menjual es krimnya di wilayah yang diduduki Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/7), Bennett menyebut langkah perusahaan untuk berhenti menjual es krimnya di wilayah Palestina yang diduduki sebagai ‘langkah anti-Israel’, demikian dikutip dari AlJazeera.

Bennett mengatakan, dia telah berbicara dengan CEO Unilever Alan Jope tentang apa yang dia sebut “langkah jelas” anti-Israel Ben & Jerry’s.

Ia menyatakan langkah itu akan memiliki konsekuensi serius, hukum dan lainnya.

Ia juga menyatakan akan bertindak agresif terhadap semua tindakan boikot yang ditujukan terhadap warganya.

Sebelumnya Ben & Jerry’s mengatakan dalam pengumumannya bahwa penjualan es krimnya di wilayah yang diduduki Israel “tidak konsisten dengan nilai-nilai kami”.

Ben & Jerry’s mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah memberi tahu pemegang lisensi lama, yang bertanggung jawab untuk memproduksi dan mendistribusikan es krim di Israel, bahwa mereka tidak akan memperbarui perjanjian lisensi yang berakhir pada akhir tahun 2022.

Konglomerat barang konsumen Inggris Unilever mengakuisisi perusahaan es krim yang berbasis di Vermont itu pada tahun 2000.

Gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS) mengatakan bahwa pihaknya “dengan hangat menyambut” keputusan Ben & Jerry tetapi meminta perusahaan untuk “mengakhiri semua operasi di apartheid Israel”.

“Kami berharap Ben and Jerry’s memahami bahwa, selaras dengan komitmen keadilan sosialnya, tidak akan ada bisnis seperti biasa di apartheid Israel,” kata BDS dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman Ben & Jerry adalah salah satu teguran perusahaan yang paling terkenal terhadap pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)