Israel Akui Dua Perwiranya Tewas dan Peningkatan Jumlah Korban

Pendudukan Israel kembali mengakui tewasnya dua perwira, satu di perang Gaza dan satunya di wilayah pendudukan (Foto: File/MINA)

Yerusalem, MINA – Tentara pada Rabu (6/12), mengakui tewasnya dua , salah satunya adalah seorang kolonel, satu di antaranya tewas dalam pertempuran di dan yang lainnya selama misi militer di wilayah selatan Palestina yang diduduki.

Juru bicara tentara pendudukan mengatakan, seorang perwira di batalion lapis baja tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Sementara perwira lainnya tewas dalam kecelakaan kendaraan militer yang terguling di wilayah selatan Palestina yang diduduki.

Dia menambahkan, Mayor Jenderal Yonatan Malka, dari Beersheba, seorang perwira lapis baja di Batalyon 82, tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza.

Disebutkan juga, bahwa Letnan Kolonel Yohai Gore Hirschberg, (52 tahun), komandan unit pencarian orang hilang di Brigade Pemadam Kebakaran (Divisi 98), tewas dalam kecelakaan kendaraan militer di wilayah pendudukan selatan Palestina.

Menurut laporan Quds Press, dengan adanya pengakuan tentara pendudukan atas pembunuhan dua perwira di antara tentaranya, jumlah korban tewas tentara Israel meningkat menjadi 408 tentara sejak awal agresi di Jalur Gaza.

Pada tanggal 7 Oktober, Kepala Staf Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, Muhammad Deif, mengumumkan peluncuran Operasi “Banjir Al-Aqsa,” setelah ratusan roket diluncurkan dari Gaza menuju wilayah Palestina yang diduduki. wilayah, dan penyerbuan… Lokasi militer dan permukiman yang berdekatan dengan Jalur Gaza, yang menyebabkan kematian dan cederanya ribuan tentara dan pemukim serta penangkapan puluhan orang.

Sejak tanggal 7 Oktober, pendudukan Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, telah melancarkan perang dahsyat di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur besar-besaran dan puluhan ribu korban sipil, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. menuju bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut sumber resmi Palestina dan PBB. (T/B4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)