Israel Akui Salah Tahan Dua Wartawan AS

wartwan as ditahan
Dua wartwan AS ditahan polisi Israel di luar Gerbang Damaskus, Al-Quds, Selasa (16/2). (The Washington Post)

Washington, 9 Jumadil Awwal 1437/17 Februari 2016 (MINA) – Pemerintah Israel sempat menahan dua wartawan Washington Post pada Selasa (16/2), tapi kemudian melepasnya dan mengakui insiden itu sebagai kesalahpahaman yang tidak perlu terjadi.

Kedua wartawan berkebangsaan Amerika Serikat (AS) William Booth dan Sufian Taha, sebelumnya melakukan wawancara di Gerbang Damaskus di kawasan kota Al-Quds. Kemudian polisi perbatasan Israel menahan mereka selama lebih dari setengah jam.

The Washington Post pada Selasa (16/2) waktu setempat menyebutkan, dua wartawan itu memiliki kartu pers yang dikeluarkan pemerintah, melakukan mewawancara pemuda Palestina di Gerbang Damaskus. Mereka ditahan di kantor polisi Israel tanpa mempertanyakannya terlebih dahulu identitas mereka. Mereka sempat dituduh mau menghasut warga Palestina.

Kantor Pers Israel dengan cepat meminta mengeluarkan pernyataan meminta maaf atas insiden itu.

“Kebebasan pers adalah nilai tertinggi dalam demokrasi Israel, dan Israel melakukan yang terbaik untuk mengaktifkan pers asing untuk bekerja secara bebas, tanpa tekanan. Karena itu, kami menyerukan kepada aparat keamanan untuk bertindak dengan menahan diri dan menghindari konfrontasi pada masa-masa tegang untuk mencegah insiden seperti itu,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan menambahkan, pihaknya akan memeriksa kejadian hari itu dan akan menarik kesimpulan yang diperlukan.

Sementara itu, pihak Kepolisian Israel kemudian mengatakan bahwa informasi yang diberikan kepada petugas adalah “tanpa dasar” dan mencatat mereka “menyesal”, menurut pernyataan yang diposting online oleh juru bicara Peter Lerner.

“Sementara mereka kini memang dilepas, tapi kami menganggap penahanan setiap wartawan kami di mana saja, sebagai sangat mengganggu,” kata editor Washington Post Douglas Jehl dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Israel menyebutnya, “Insiden yang patut disesalkan dan tidak perlu, selama pekerjaan seorang wartawan yang sangat baik.”

Foreign Press Association juga mengeluarkan pernyataan yang kuat tentang penangkapan, dan menulis bahwa itu didasarkan pada “tuduhan tidak masuk akal.”

“Kami tidak berpikir itu adalah kebetulan, bahwa tuduhan tak berdasar dari ‘hasutan’ dibuat terhadap pers asing oleh Israel,” pernyataan FPA. (T/P4/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)