ISRAEL BERADA DI GARIS TERDEPAN PERDAGANGAN ORGAN MANUSIA

Foto: MINA
Foto: MINA

New York, 23 Syawwal 1435/19 Agustus 2014 (MINA) – Sebuah laporan terbaru menjelaskan peran penting yang dimainkan Israel dalam perdagangan organ internasional.

Harian Amerika Serikat (AS), New York Times, mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Ahad (17/8), broker transplantasi di Israel telah mengantongi sejumlah besar uang dalam mengatur transplantasi ginjal di luar negeri untuk pasien putus asa.

Melalui kisah seorang wanita Israel yang bernama Ophira Dorin, laporan menunjukkan betapa mudahnya untuk secara ilegal membeli ginjal melalui broker transplantasi di Israel, Press TV yang dikutip Mi’raj Islamic  News Agency (MINA) melaporkan.

Dorin  mengatakan kepada harian AS itu, ia membayar 175 ribu dolar AS (sekitar dua miliar rupiah)  demi operasi transplantasi ginjal yang dikoordinir  para broker untuk kemudian dilakukan di Kosta Rika.

Namun, laporan rahasia pengadilan Kosta Rika menunjukkan pendonor yang adalah seorang pria pengangguran berumur 37 tahun, hanya menerima 18.500 dolar AS (sekitar  200 juta rupiah) untuk ginjalnya.

“Situasi saya sangat penting,” kata wanita Israel itu. “Saya merasa tidak baik, dan kondisi saya semakin buruk. Bahkan jika aku tahu itu ilegal, saya tidak berpikir saya akan melakukan sesuatu yang berbeda,” Dorin menambahkan.

Berdasarkan analisis New York Times mengenai kasus itu sejak 2000, Israel telah memainkan peran yang tidak proporsional dalam perdagangan organ.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan, hanya kurang dari 10 persen warga Israel terdaftar sebagai pendonor organ. Hal itu dikarenakan pembatasan agama  mengenai perdagangan organ tersebut.

Pihak berwenang Kosta Rika mengumumkan tahun lalu pihaknya telah  membongkar lingkaran ilegal perdagangan organ internasional yang khusus menjual ginjal untuk Israel dan Eropa Timur.

Pada 2012, setidaknya 10 warga Israel ditangkap karena terlibat dalam perdagangan organ ilegal itu.

Israel mengakui pada 2009 mereka telah mengambil organ  warga-warga Palestina yang  meninggal tanpa izin dari kerabat keluarga terdekat pada 1990-an.(T/P03/P02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0