Israel Berencana Copot Sirine Peringatan Adanya Serangan Roket Dari Gaza

Al-Quds, MINA – Sejumlah sumber media Israel mengatakan, militer tengah mempelajari kemungkinan pencopotan sirine peringatan bahaya saat adanya serangan roket dari Gaza, ke permukiman Yahudi di sekitar Gaza.

Ketika sirine berbunyi, para pemukim Yahudi merasa ketakutan dan terburu-buru dengan beramai-ramai ke pengungsian sehingga menyebabkan terinjak-injak dan cedera, demikian dikutip dari Palestinian Information Center (Palinfo), Rabu (18/12).

Surat kabar Yediot Ahronot Israel edisi Selasa menyebutkan, para pejabat di kalangan militer Israel memutuskan untuk mengevaluasi sirine peringatan bahaya, pasca melihat data yang dirilis medis Israel, yang menampilkan suasana saat sirine peringatan bahaya di permukiman Asqalan dan Sedirot yang berdekatan dengan perbatasan Gaza.

Dalam agresi Israel terakhir ke Gaza, pasca serangan yang menewaskan pimpinan gerakan Jihad Islami di Gaza, Baha Abu Atha, sebanyak 450 roket ditembakan dari Gaza, namun tak langsung menyebabkan luka, justru kondisi kepanikan dan ketakutan saat menuju tempat pengungsian akibat bunyi sirine peringatan bahaya.

Menurut pejabat militer Israel, ide penghapusan sirine tidak mencakup kondisi darurat dan operasi militer di kawasan perbatasan Gaza, sirine peringatan akan tetap diaktifkan.

Menurut evaluasi intelijen, aktifasi sirine peringatan bahaya tidak akan berlaku di hari-hari biasa, dan di sejumlah kota yang jauh dari perbatasan Gaza.

Namun ide ini ditolak front internal di militer Israel, ditegaskan bahwa kematian seorang warga akibat serangan roket secara langsung lebih bahaya dari pada kepanikan dan cedera saat menuju tempat pengungsian. Front menyerukan untuk tidak mempermainkan keselamatan warga Israel di permukiman sekitar Gaza.

Data intelijen Israel “Shinbet” menyebutkan sebanyak 2600 roket telah ditembakan dari Gaza ke wilayah pendudukan Israel selama dua tahun: 2018 dan 2019, termasuk 1500 roket pada tahun 2019, seperti dirilis sejumlah media Israel.

Israel melakukan agresi militer ke Gaza pada November lalu yang menyebabkan 35 orang Palestina gugur, dan puluhan lainnya terluka, serta puluhan rumah hancur. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)