Israel Bantah Terlibat Ledakan di Beirut

Tel Aviv, MINA – Menteri Luar Negeri pendudukan Israel, Gabi Ashkenazi, menegaskan, Israel tidak berada di belakang ledakan besar yang terjadi di ibu kota Lebanon, Beirut, pada Selasa (4/8) malam, yang mengakibatkan puluhan korban tewas dan ribuan cedera serta menyebabkan kerusakan besar.

“Saya tidak melihat alasan untuk tidak percaya dengan laporan dari Beirut bahwa ledakan itu kecelakaan,” katanya seperti dilaporkan Ramallah News yang dikutip MINA.

Komentar Ashkenazi ini muncul beberapa jam setelah lebih dari satu pejabat Israel membantah melalui media Ibrani bahwa Israel bertanggung jawab dan berada di balik insiden itu.

“Israel tidak berada di belakang ledakan yang terjadi hari ini di pelabuhan Beirut,” kata pejabat senior Israel di Channel 7 Hebrew.

Gubernur Beirut menyatakan, kota itu menjadi daerah bencana setelah ledakan. Indikasi awal menunjukkan bahwa itu disebabkan oleh bahan peledak di dalam gudang di pelabuhan Beirut.

Klip video yang didokumentasikan oleh aktivis Lebanon menunjukkan bahwa ledakan besar menyebabkan kerusakan pada daerah sekitarnya, termasuk kerusakan puluhan bangunan di sekitar lokasi ledakan, selain pecahnya jendela-jendela kaca.

Direktur Keamanan Publik Lebanon, Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, mengkonfirmasi kelanjutan investigasi atas ledakan yang terjadi di Beiru. Ia menolak menjelaskan penyebab ledakan.

“Kami sedang menunggu penyelidikan untuk menentukan apa yang terjadi, dan tampaknya ledakan itu terjadi di gudang bahan peledak tinggi yang disita selama bertahun-tahun,” kata direktur keamanan Lebanon.

Dia menambahkan, badan keamanan menyelidiki penyebab ledakan dan bahan-bahan yang diduga mudah meledak seperti natrium nitrat yang sebelumnya disita dari sebuah kapal beberapa bulan yang lalu dan itu seharusnya dimusnahkan.

Dia menganggap, pembicaraan tentang petasan yang menyebabkan ledakan itu “menggelikan”, karena ledakan besar itu menyebabkan kerusakan luas pada harta benda dan kehidupan. (T/B04/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)