ISRAEL HANCURKAN SEKOLAH DI GAZA, PULUHAN TEWAS

Wanita dan anak-anak di Gaza menjadi korban yang paling banyak dari  serangan Israel yang berlangsung sejak 6 Juli 2014. Foto: aktivis
Wanita dan anak-anak di Gaza menjadi korban yang paling banyak dari serangan Israel yang berlangsung sejak 6 Juli 2014. Foto: aktivis

Gaza, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Sekitar pukul empat sore waktu setempat, bangunan sekolah milik UNRWA PBB di Bait Hanun Jalur Gaza Utara yang dijadikan tempat pengungsian warga setempat   menjadi sasaran serangan artileri milik militer Israel yang  terus menembak dari sepanjang perbatasan.

Kementrian kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengungkapkan setidaknya 15  warga meninggal sementara 200 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Koresponden MINA di Gaza melaporkan, mayoritas korban dari serangan tersebut adalah wanita dan anak anak yang sedang mengungsi karena rumahnya hancur sejak serangan Israel dimulai pada awal Juli lalu. Para korban meninggal dan luka segera dilarikan di tiga rumah sakit terdekat di jalur Gaza Utara.

Selama ini bangunan sekolah milik PBB itu dijadikan tempat mengungsi karena dianggap aman dari serangan militer Israel. “Namun  yang terjadi sore ini menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi wilayah yang benar-benar aman dari serangan keji militer zionis Israel,” kata koresponden MINA.

Sebelumnya bangunan sekolah UNRWA lainnya yang berada di jalur Gaza Tengah juga menjadi korban serangan meskipun tidak ada korban.

Tragedi ini memperpanjang rangkaian tindakan keji militer Israel yang melakukan serangan mematikan ke arah fasilitas umum di mana sebelumnya mereka juga kerap membombardir bangunan rumah sakit dan puluhan masjid.

Sampai saat ini tercatat lebih dari 60 bangunan masjid, 140 fasilitas umum dan 120 fasilitas pendidikan sudah menjadi korban serangan militer Zionis Israel dengan jumlah korban meninggal di Gaza mencapai 771 jiwa dan 4750 lainnya luka-luka sejak 18 hari agresi mereka.(L/K02/P03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Comments: 0