Yerusalem, MINA – Tahun 2018 menjadi tahun terbanyak warga Palestina yang gugur oleh serangan pasukan Israel sejak perang pada tahun 2014 lalu.
Berdasarkan data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), pasukan Israel membunuh 295 warga Palestina dan melukai 29 ribu lainnya sejak awal 2018, demikian laporan Anadolu yang dikutip MINA, Ahad (30/12).
Sehingga tahun 2018 ini menjadi tahun terbanyak warga Palestina yang gugur dan terluka akibat serangan pasukan Israel di Gaza dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 180 orang gugur dan 23 ribu lainnya menderita luka-luka akibat serangan pasukan Israel terhadap warga Palestina yang melakukan aksi damai “Great March of Return” di perbatasan Jalur Gaza-Israel sejak 30 Maret lalu.
Baca Juga: Hamas Tegaskan Perlawanan Terhadap Penjajahan dan Perlindungan Al-Aqsa Terus Berlanjut
Menurut data OCHA, pasukan Israel menewaskan 57 orang dan melukai 7 ribu warga Palestina yang berusia di bawah 18 tahun dalam serangan-serangan ke perbatasan Gaza.
OCHA mengungkapka, 15 warga Palestina lainnya terbunuh dalam operasi-operasi pasukan Israel di Tepi Barat.
Terjadi 265 peristiwa pembunuhan, penganinayaan atau perusakan barang milik warga Palestina oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Jumlah peristiwa itu meningkat 69 persen di bandingkan tahun lalu.
Baca Juga: [POPULER MINA] Israel Sembunyikan Bukti Kejahatan dan Gunakan Makanan Sebagai Senjata di Gaza
Sepanjang 2018 ini, Israel masih terus melancarkan blokade laut, udara dan darat terhadap Gaza.
Sebanyak 1,3 juta warga Gaza, sekitar 68 persen dari populasi wilayah tersebut, berhadapan dengan ancaman kelaparan akibat blokade Israel.
OCHA mengingatkan pada 2014 persentase kelaparan hanya 59 persen dari jumlah populasi Gaza.
Tingkat pengangguran di Gaza mencapai rekor 53 persen dalam tiga kuartal pertama tahun 2018. Tingkat pengangguran di kalangan kaum muda juga mencapai angka 69 persen.
Baca Juga: Beredar Rekaman Video Detik-Detik Israel Bunuh Paramedis di Gaza
Sedangkan di Tepi Barat, 12 persen warga Palestina terancam kelaparan dengan tingkat pengangguran 18 persen.
OCHA mengumumkan dana bantuan kemanusiaan pada 2018 turun ke tingkat terendah meski kondisi di seluruh wilayah Palestina semakin memburuk. (T/B05/RI-1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Protes Netanyahu, Ribuan Orang di Tel Aviv Turun ke Jalan