AS, Israel dan 7 Negara Yang Menolak Resolusi PBB

(Ynet News)

 

New York, MINA – Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi pada Kamis (21/12) waktu New York, yang menentang keputusan Amerika Serikat tentang Yerusalem.

Pemungutan suara menghasilkan, 128 negara setuju, 9 menolak, 35 abstain, dan 21 lainnya tidak hadir.

Selain Israel dan Amerika Serikat yang menolak resolusi tersebut, ada 7 negara lainnya yang dianggap kecil dan kurang dikenal. Negara-negara tersebut adalah (berdasarkan urutan alfabet) : Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo. Al-Jazeera dan Ynet melaporkan.

“Israel menolak keputusan PBB,” kata sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Israel berterima kasih kepada Presiden (Donald) Trump atas pendiriannya yang tegas atas Yerusalem dan terima kasih kepada negara-negara yang memilih bersama Israel, bersama dengan kebenaran,” katanya.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengecam resolusi PBB tersebut, dengan mengatakan bahwa pada akhirnya akan ditolak dan berakhir di “tong sampah sejarah”.

“Empat puluh dua tahun yang lalu, badan ini mengadopsi sebuah resolusi memalukan yang berbeda yang menyamakan Zionisme dengan rasisme. Butuh waktu 16 tahun untuk resolusi kebencian itu dicabut,” katanya.

“Saya tidak ragu bahwa resolusi hari ini juga akan berakhir di tong sampah sejarah, saya tidak ragu bahwa hari itu akan tiba ketika seluruh masyarakat internasional akhirnya akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota abadi Negara Israel,” dia menambahkan.

Menurutnya, tidak ada resolusi Majelis Umum yang akan mengusir bangsa Yahudi dari Yerusalem.

“Yerusalem adalah tempat paling suci untuk Israel dan orang-orang Yahudi, masa ini adalah fakta yang tak terbantahkan, Raja Daud mengumumkannya 3.000 tahun yang lalu. Dalam Alkitab Yahudi Yerusalem menyebutkan 660 kali, kami berdoa berulang kali untuk mencapai Yerusalem,” ujarnya.

“Perdana Menteri Pertama Israel David Ben-Gurion sendiri mengatakan bahwa Yerusalem adalah bagian tak terpisahkan dari masa depan dan nasib Israel,” imbuhnya.

Danon kemudian menunjukkan sebuah koin kuno di Yerusalem.

“Koin yang saya tampilkan ini berasal dari tahun 67 M dan dikatakan sebagai Kebebasan Sion,” katanya.

Menurutnya, ini adalah bukti jelas dari masa Kuil Kedua dan membuktikan adanya hubungan langsung antara Yahudi dan Yerusalem.

Resolusi PBB “menuntut agar semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan mengenai kota suci Yerusalem, dan tidak mengakui tindakan yang bertentangan dengan resolusi tersebut.”  (T/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)