Israel Hancurkan Dua Rumah Warga Palestina di Hebron

(Foto: File/Ma’an)

Hebron, MINA – Pasukan Israel menghancurkan dua rumah warga Palestina di desa Halaweh, yang terletak di wilayah Hebron, Tepi Barat, menurut sumber setempat.

Ratib Al-Jabour, koordinator Komite Nasional dan Populer di Tepi Barat mengatakan kepada Ma’an yang dikutip MINA, pasukan Israel menggerebek desa tersebut pada hari Kamis (19/10) dan menghancurkan dua rumah milik Muhammad Younis Abu Aram dan Khalil Younis Abu Aram.

Al-Jabour mengatakan, seperti yang sudah-sudah pihak berwenang Israel mengklaim dua rumah itu dibangun tanpa izin dari Israel yang biasanya juga sulit diperoleh. Dia mengungkapkan, maslah dua rumah tersebut dalam penanganan di pengadilan Israel, namun hal itu tidak dihiraukan dan tetap dibongkar.

Seorang juru bicara badan yang bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan pemerintah Israel di wilayah Palestina yang diduduki (COGAT) mengatakan, bahwa mereka mengetahui adanya laporan itu.

Desa Halaweh terletak di perbukitan Hebron selatan yang menurut organisasi HAM Israel, B’Tselem, terletak di dalam zona militer tertutup Israel yang disebut “Area Pengamanan 918.”

Tahun lalu, beberapa rumah di Halaweh dan desa Jinba di dekatnya hancur, menggusur 78 orang Palestina, termasuk 60 anak-anak.

Menurut surat kabar Israel Haaretz, Halaweh adalah satu dari 12 desa di daerah tersebut yang telah melakukan pertarungan hukum selama 17 tahun dalam upaya mencegah pembongkaran desa mereka dan pemindahan paksa keluarga mereka sehingga desa-desa dijadikan pemukiman bagi orang Israel dan juga daerah pelatihan militer.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, zona pelatihan militer Israel yang dikenal sebagai “zona penembakan”, digunakan sebagai dalih untuk sepenuhnya mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Hampir 20 persen dari wilayah Tepi Barat yang diduduki telah dinyatakan sebagai “zona penembakan” sejak tahun 1970an, namun menurut PBB, sekitar 80 persen wilayah ini sebenarnya tidak digunakan untuk pelatihan militer. Namun, ketika pelatihan militer berlangsung, Israel memaksa keluarga meninggalkan rumah mereka berjam-jam atau berhari-hari dalam satu hari sampai latihan selesai.

Menurut dokumentasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, 326 warga Palestina mengungsi dan 238 bangunan telah dibongkar di Tepi Barat sejak awal tahun ini sejak 9 Oktober. Pembongkaran Israel terhadap rumah-rumah Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur mencapai rekor tertinggi di 2016. (T/B05/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)