Israel Hanya Izinkan 55 Orang Kristen Gaza Rayakan Natal di Yerusalem

Gaza, MINA – Otoritas Israel hanya mengizinkan 55 orang Kristen di Jalur Gaza memasuki Tepi Barat dan Yerusalem untuk merayakan Natal pada Rabu (25/12).

Petugas Gereja Ortodoks di Gaza mengatakan, di antara 600 permintaan resmi yang diajukan ke Israel, otoritas pendudukan Israel setuju untuk memberikan izin perjalanan hanya untuk tiga orang anak-anak dan 52 tetua Palestina yang sebagian besar berusia di atas 60 tahun, demikian MEMO melaporkan yang dikutip MINA.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Ahad (22/12), pihaknya akan memperbolehkan orang-orang Kristen Palestina di Gaza untuk mengunjungi Yerusalem dan Tepi Barat yang diduduki sesuai dengan penilaian keamanan dan tanpa memperhatikan usia.

Hal itu kembalikan dari keputusan sebelumnya untuk tidak mengeluarkan izin bagi mereka, sebuah langkah yang mendapat reaksi langsung dari para pemimpin Palestina, Kristen serta Gisha, dan sebuah kelompok hak asasi Israel.

Sebelumnya, seorang juru bicara dari kantor penghubung, yang dikenal sebagai Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) mengatakan kepada Reuters, orang-orang Kristen di Jalur Gaza dilarang mengunjungi kota-kota suci melalui penyeberangan Erez pada musim Natal ini.

Gaza, yang memiliki pengangguran tinggi dan menghadapi pemadaman listrik serta kekurangan air minum, hanya memiliki sekitar 1.000 orang Kristen, sebagian besar dari mereka adalah Ortodoks Yunani, dari populasi dua juta di bagian pesisir pantai.

Israel mengklaim, sejumlah orang yang telah diberikan izin perjalanan dalam beberapa tahun terakhir tetap berada di Tepi Barat dan belum kembali ke Gaza. Israel juga dengan ketat membatasi pergerakan keluar dari Jalur Gaza.

Orang-orang Kristen Gaza yang berencana melakukan perjalanan ke Tepi Barat untuk Natal atau Paskah harus mengajukan permohonan ke Israel terlebih dahulu untuk mendapatkan izin perjalanan sekali.

Tahun lalu, Israel memberikan izin bagi hampir 700 orang Kristen Gaza untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem, Betlehem, Nazareth dan kota-kota suci lainnya yang menarik ribuan peziarah setiap musim liburan. (T/Mee/Ais/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)