Israel Ingin Tingkatkan Hubungan dengan Yordania

Amman, MINA – Presiden Israel Isaac Herzog mengungkapkan, ia bertemu Raja Abdullah II dari Yordania di Amman, sebuah pertemuan mendadak yang diadakan untuk peningkatan hubungan diplomatik antara kedua negara. Al-Jazeera melaporkan.

Hubungan Israel-Yordania memburuk di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang oleh para kritikus dituduh mengabaikan kerajaan Hashemite demi menyetujui normalisasi hubungan tahun lalu dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Hubungan diplomatik juga kian memanas karena ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, dan perluasan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Pekan lalu saya bertemu dan melakukan percakapan yang sangat panjang dengan raja Yordania, saya berada di istananya, sepanjang malam. Itu adalah pertemuan yang luar biasa,” kata Herzog dalam cuplikan wawancara yang disiarkan pada Sabtu (4/9) di televisi Israel.

Dikutip dari Al Jazeera, seluruh wawancara tersebut akan ditampilkan pada Ahad (5/9) malam, bertepatan dengan tahun baru Yahudi yang dimulai pada Senin.

“Yordania adalah negara yang sangat penting. Saya sangat menghormati Raja Abdullah, seorang pemimpin besar dan aktor regional yang sangat signifikan,” kata Herzog dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Menurut pernyataan itu, pertemuan berlangsung di istana Raja Abdullah, dengan kedua pemimpin membahas serangkaian masalah politik dan ekonomi termasuk energi dan keberlanjutan.

“Di antara hal-hal yang kami diskusikan adalah isu-isu inti dalam dialog antara negara-negara kami, termasuk kesepakatan untuk mengimpor hasil pertanian selama tahun shemitah (sabat pertanian), masalah energi, keberlanjutan, dan solusi untuk krisis iklim yang dapat kita maju bersama,” tulis pernyataan itu.

Yordania adalah negara yang berbatasan dengan Israel, dan telah menandatangani perjanjian damai dengannya. (T/R6/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)