
Palestina. (foto: Ma'an News Agency)" width="422" height="281" /> Truk pengankut gas di Palestina. (foto: Ma’an News Agency)
Gaza, 13 Rabi’ul Akhir 1437 / 23 Januari 2016 (MINA) – Pemerintah Israel memperbolehkan gas dan solar masuk Jalur Gaza yang sekarang terkepung oleh blokade Israel.
Anggota dewan organisasi perusahaan bahan bakar dan gas Gaza, Samir Hamadeh mengatakan, sekitar 120 ton gas dan 200.000 liter solar diizinkan masuk ke Jalur Gaza melalui persimpangan Kerem Shalom di perbatasan Gaza, Israel, dan Mesir. Demikian dilaporkan Ma’an News Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu (23/1).
Otoritas Israel membuka penyeberangan pada Jum’at untuk memungkinkan barang-barang bisa masuk.
Bahan bakar ini bertujuan untuk memasok pembangkit listrik di Gaza yang telah menderita kekurangan akibat blokade Israel yang melumpuhkan daerah kantung itu. Pembangkit listrik belum bisa berjalan dengan normal dalam beberapa tahun ini.
Baca Juga: Pasukan Israel Perpanjang Masa Tinggal di Tepi Barat
Jalur Gaza juga menderita kekurangan gas yang digunakan sehari-hari oleh warga Palestina untuk memasak dan pemanas ruangan.
Serangan 51 militer Israel di Gaza pada 2014 juga telah menambah kerusakan parah pada infrastruktur lokal, seperti pembangkit listrik Gaza yang sudah ditargetkan.
Pada September lalu, PBB memperingatkan bahwa Jalur Gaza baru bisa menjadi daerah layak huni bagi warga hanya dalam waktu lima tahun, mengacu pada kehancuran akibat perang dan hampir satu dekade blokade Israel. (T/nrz/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Jumlah Korban Syahid di Gaza Jadi 48.329 Sejak Oktober 2023