Israel Kembali Deportasi Aktivis Palestina dari Masjid Al-Aqsha

Al-Quds, 16 Ramadhan 1437/21 Juni 2016 (MINA) – Otoritas penjajah Israel kembali mengeluarkan keputusan pendeportasian dari kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha terhadap para aktivis Palestina.

Otoritas penjajah Israel pada Senin (20/6) kemarin mendeportasi seorang aktivis Palestina asal Al-Quds dari Masjid Al-Aqsha selama 2 bulan berturut-turut, demikian The Palestinian Information Center (PIC) dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

Iwad Sulaiman (44) mengungkapkan bahwa, polisi penjajah Israel memanggilnya ke markas polisi di Qashla, barat Al-Quds. Dia mengaku diperiksa dan diinterogasi selama 5 jam berturut-turut sebelum akhirnya menerima keputusan pendeportasian dirinya dari Masjid Al-Aqsha selama dua bulan.

Dikatakan Sulaiman bahwa penjajah Israel menuduhnya bertanggung jawab dalam penggalangan aksi unjuk rasa dan pawai di Masjid Al-Aqsha, selain dituduh membagikan makanan kepada jamaah yang ada di dalamnya saat berbuka pusa bulan Ramadhan, Quds Press melaporkan.

Ia menambahkan bahwa penjajah Israel memeriksa dirinya dalam masalah yang berkaitan dengan acara ‘Uqudul Quran’ di Masjid Al-Aqsha. “Acara Uqudul Quran di Masjid Al-Aqsha adalah hak bagi setiap Muslim,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pendeportasian dirinya dari Masjid Al-Aqsha adalah keputusan yang sewenang-wenang. “Saya akan terus shalat di Masjid Al-Aqsha dan tidak akan tunduk pada keputusan mereka,” tegasnya.

Menurut data yang dihimpun Quds Press, otoritas penjajah Israel telah mendeportasi lebih dari 160 Palestina dari Al-Quds dan dari Masjid Al-Aqsha, sejak awal tahun 2016 ini. (T/P011/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)