Israel Klaim Bunuh Komandan Jihad Islam Lainnya di Gaza

Komandan Senior Jihad Islam Palestina Khaled Mansour (kanan) dan Tayseer Jabari (kiri) dalam foto tak bertanggal. Pasangan itu gugur oleh serangan udara Israel yang terpisah pada 5 dan 6 Agustus 2022. (Courtesy)

Tel Aviv, MINA – Pasukan Militer Israel (IDF) menyerang dan membunuh seorang pemimpin senior kelompok perlawanan Jihad Islam Palestina (PIJ) di Jalur Gaza pada Sabtu malam (6/8), kata para pejabat militer.

Khaled Mansour tewas dalam serangan udara Israel di kota Rafah, Palestina, menurut para pejabat. PIJ tidak segera mengkonfirmasi kematiannya, The Times of Israel melaporkannya.

Dia adalah mitra Gaza selatan dari Tayseer Jabari, komandan PIJ di Gaza utara, yang gugur dalam serangan udara Israel pada hari Jumat.

Pembunuhan Jabari adalah serangan pembuka Operasi Breaking Dawn IDF. Sejak itu, PIJ telah meluncurkan lebih dari 350 roket ke Israel, menurut perkiraan IDF.

Kepala Direktorat Operasi militer, Mayjen Oded Basiuk, mengatakan bahwa menurut “semua informasi yang tersedia,” Israel kini telah membunuh seluruh petinggi PIJ.

Selasa (2/8) pekan lalu, IDF menangkap pemimpin kelompok itu di Tepi Barat.

“Organisasi ini mencoba melakukan serangan mematikan terhadap warga Israel dan tentara IDF dengan meluncurkan peluru kendali anti-tank, yang bertujuan membunuh warga sipil dan tentara,” kata Basiuk dalam konferensi pers di luar markas IDF di Tel Aviv.

“Kami memukul dan menggagalkan rantai komando [yang berusaha] melakukan serangan ini,” katanya, merujuk pada pembunuhan Jabari dan Mansour.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan pada Sabtu malam, jumlah korban hari kedua serangan pendudukan Israel telah meningkat menjadi 24 warga gugur, dan 203 lainnya terluka.

Kemenkes menyebutkan, di antara para syuhada adalah 6 anak-anak dan 1 perempuan tua.

Sejak Jumat sore (5/8), pesawat-pesawat tempur pendudukan Israel melakukan serangan di daerah-daerah terpisah di Jalur Gaza. (T/RI-1/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)