ISRAEL KRITIK KONFERENSI REKONSTRUKSI GAZA

gaza-rekonstruksi
Menteri  Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry (dari kiri), Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende, di Kairo, Mesir, Ahad, 12 Oktober, 2014, dalam konferensi rekonstruksi Gaza (Foto: AP)
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry (dari kiri), Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende, di Kairo, Mesir, Ahad, 12 Oktober, 2014, dalam konferensi rekonstruksi Gaza (Foto: AP)

Kairo, 19 Dzulhijjah 1435/12 Oktober 2014 (MINA) – Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengkritik Konferensi  Rekonstruksi Gaza  yang sedang berlangsung di Kairo karena  pihaknya tidak diundang.

“Kalian tidak bisa membangun Gaza kembali tanpa partisipasi dan tanpa kerjasama Israel. Peralatan (rekonstruksi) melewati perbatasan kami, sehingga jelas  kalian tidak dapat bergerak maju tanpa kerjasama Israel,” kata Lieberman, dalam sebuah wawancara dengan Ynetnews.

Dia  menambahkan Tel Aviv akan “mencoba untuk menjadi positif  mengenai infrastruktur untuk sipil dan rehabilitasi warga sipil” di Gaza.

Konferensi bantuan internasional untuk rekonstruksi di Gaza berlangsung hari ini di Kairo, di mana berbagai negara Arab menghadiri pertemuan itu dalam rangka memberikan donasi, termasuk Menlu AS dan perwakilan Uni Eropa.

Serangan Israel terhadap Gaza selama Juli-Agustus  lalu menewaskan hampir 2.200 warga Palestina dan melukai lebih dari 12.000 lainnya. Banyak infrastruktur dan bangunan  di Gaza telah hancur.

Indonesia telah mengirimkan donasi sebesar 1 juta dolar AS untuk membantu membangun Gaza kembali, sedangkan Qatar  berjanji  memberikan dana sebesar 1 miliyar dolar AS untuk Gaza dalam konferensi itu.

Sementara, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan total keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk membangun infrastrukstur di Gaza  mencapai  4 miliyar dolar AS.

“Menurut rencana pemerintah Palestina, operasi rekonstruksi membutuhkan $ 4 miliar,” tambah Abbas.

Jalur Gaza  telah  menerima tiga kali serangan besar dalam enam tahun terakhir. Mereka  mengatakan total yang meninggal mencapai 3.760 jiwa, di mana 2.145 di antaranya meninggal dalam serangan kemarin. Jumlah orang yang terluka  mencapai 18,100.

Sekitar 100.000 unit rumah hancur dan rusak berat. Dari angka itu, sekitar 20.000 rumah hancur atau rusak parah dalam serangan terbaru. Lebih dari 100.000 orang masih mengungsi, dengan sekitar 57.000  orang tinggal di tempat penampungan sementara.(T/R04/R03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0