Israel Lakukan 90 Kali Penodaan Masjid Al-Aqsa dan Ibrahimi Selama Bulan Mei

Al-Quds, MINA – Kementerian Urusan Awqaf dan Agama Islam Palestina dalam laporan bulanan Mei lalu menyebutkan, pasukan Pendudukan Israel meningkatkan aksi represifnya dengan sewenang-wenang terhadap Masjid Al-Aqsa.

Laporan menunjukan, pengepungan terhadap Masjid Al-Aqsa dan langkah-langkah keamanan yang super ketat di pos-pos pemeriksaan untuk masuk ke sana, demikian PIP melaporkannya yang dikutip MINA, Jumat (14/6).

Para petugas keamanan seperti polisi yang bertebaran di pintu gerbang. Disamping itu, kebijakan menentukan usia dan temperamen masyarakat, pekerjaan yang diizinkan masuk dan akses di bulan Ramadhan.

Wakil Sekretaris Kementerian Wakaf, Hossam Abu-Rab mengatakan, otoritas pendudukan Israel melakukan pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa lebih dari 30 kali dalam sebulan ini. Sementara terhadap Masjid Ibrahimi sebanyak 42 kali.

Dia menunjukkan, jumlah total serangan Zionis terhadap masjid “Al-Aqsa” dan “Brahimi” atau Hebron termasuk di dalamnya penganiayaan terhadap penjaga dan petugas keamananya, mencapai lebih dari 90 kali serangan.

Selama bulan Mei terjadi serangkaian serangan dan penggusuran meluas hingga ke halaman depan Aqsa. Selain berbagai penodaan dan penyerbuan massa pemukim serta tentara dan polisi.

Laporan tersebut memantau aksi penodaan Netanyahu di halaman Tembok Al-Buraq yang melakukan ritual Talmud di tengah penjaga keamanan super ketat disamping anggota parlemen Zionis Glick seorang ekstremis yahudi dan kepala sekelompok ekstremis radikal Masjid Al-Aqsa di tengah menerima penjelasan Talmud.

Pendudukan Zionis melanjutkan aksinya ke Masjid Al-Aqsa di tengah-tengah seruan untuk lebih banyak penyerangan dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Kotamadya pendudukan Israel, entitas Israel dan Amerika Serikat, menerangi bagian-bagian tembok bersejarah Al-Quds untuk menandai peringatan satu tahun pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Al-Quds.

Sekelompok geng pemukim menyerang gerbang Masjid Sheikh Makki dan mematahkan penutupan masjid, serangan keempat dari jenisnya terhadap masjid itu sendiri dalam waktu singkat.

Di Hebron, pendudukan terus mencegahnya shalat di masjid Ibrahimi selama 42 jam. Dia menyerang ruang kuning, menempatkan bendera di dinding Ibrahimi, dan menyalakan lilin di sebelahnya dari sisi timur, mengakibatkan distorsi dinding dan asap memasuki semua koridor masjid.(T/R01/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)