SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Larang 1.000 Lebih Warga Palestina Masuk Masjid Al-Aqsa Sejak Januari

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 19 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:13 WIB

15 Views

Israeli security forces stand guard as a Palestinian Muslim worshippers (unseen) perform traditional Friday prayers in a street outside the Old City in East Jerusalem on September 26, 2014. The Israeli government has restricted access to the Al-Aqsa mosque compound, Islam's third holiest shrine, to men under 50, in an attempt to restrict violent clashes after the Friday prayers. The Dome of the Rock mosque, part of the Al-Aqsa mosque compound is seen in the background. AFP PHOTO/ AHMAD GHARABLI (Photo credit should read AHMAD GHARABLI/AFP/Getty Images)

Yerusalem, MINA – Koalisi lembaga-lembaga Palestina menyatakan otoritas penjajah Israel telah mengeluarkan lebih dari 1.000 perintah larangan masuk bagi warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem sejak Januari 2026.

Dalam pernyataan yang dikutip Senin (19/10), koalisi tersebut menyebut kebijakan itu sebagai alat sistematis untuk membentuk ulang realitas di dalam tempat suci.

Koalisi memperingatkan, larangan tersebut bertujuan melemahkan ikatan warga Palestina di Yerusalem dengan Masjid Al-Aqsa sekaligus memperketat kendali atas akses umat Muslim ke tempat suci mereka.

Koalisi juga menyoroti peningkatan penggunaan perintah larangan masuk yang dinilai dapat membuka jalan bagi perluasan kunjungan pemukim Israel dan perubahan status quo di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Serangan Zionis Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina

Mereka menyerukan Yordania, sebagai pihak yang memiliki peran dalam penjagaan situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem, serta negara-negara Arab dan Muslim dan organisasi internasional, untuk menjalankan tanggung jawab mereka dalam melindungi Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Dalam perkembangan terkait, kelompok pemukim Yahudi ekstremis yang dikawal polisi Israel memasuki pelataran Masjid Al-Aqsa pada Ahad pagi, di tengah pembatasan ketat terhadap akses jamaah Muslim.

Menurut sumber-sumber lokal, sedikitnya 160 pemukim memasuki kompleks masjid melalui Gerbang Maghariba dalam beberapa kelompok. Mereka kemudian berkeliling di pelataran masjid.

Selama kunjungan tersebut, para pemukim menerima penjelasan dari sejumlah rabi mengenai apa yang mereka sebut sebagai “Bukit Bait Suci”. Beberapa di antara mereka juga melakukan ritual doa Talmud secara provokatif di kompleks tersebut.

Baca Juga: Puluhan Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi

Pada saat yang sama, polisi pendudukan Israel memperketat pembatasan pergerakan dan akses jamaah Muslim di pintu-pintu masuk serta gerbang Masjid Al-Aqsa. Sejumlah jamaah dilaporkan dicegah memasuki tempat suci itu.

Kebijakan larangan masuk terhadap warga Palestina dan pembatasan akses jamaah Muslim terus menimbulkan kekhawatiran mengenai upaya mengubah kondisi yang telah berlaku di kompleks Masjid Al-Aqsa, salah satu situs suci utama bagi umat Islam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Gunakan Kekerasan Pemukim untuk Usir Warga Palestina dari Tepi Barat

Rekomendasi untuk Anda