Israel Larang Warga Tepi Barat Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Al-Quds, MINA – Polisi Israel lagi-lagi melarang puluhan warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki mencapai Masjid Al-Aqsa untuk melakukan shalat Jumat (19/2).

Seorang koresponden Anadolu Agency melihat polisi Israel dikerahkan di pos pemeriksaan di pintu masuk ke Kota Tua di Yerusalem.

Polisi Israel tersebut, memeriksa kartu identitas jamaah sebelum menempatkan mereka di bus khusus untuk mengantarkan kembali mereka pulang ke rumah mereka.

Dilansir dari Middle East Monitor pada Sabtu (20/2), selama bertahun-tahun, warga Palestina selalu dibatasi untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa. Masjid ini dibatasi hanya untuk penduduk Yerusalem Timur dan kota-kota Arab yang diduduki, dan kota-kota di Israel.

Sebelumnya pada Jumat, ribuan warga Palestina di Yerusalem dan kota-kota Arab di Israel berbondong-bondong menuju ke Masjid Al-Aqsa. Di tengah guyuran hujan deras siang itu, mereka hendak menunaikan salat Jumat.

Sebelumnya Polisi Israel juga melarang ribuan warga Palestina untuk melakukan sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa, dengan dalih memerangi Covid-19. Saksi mata menyebutkan, polisi Israel bahkan mendirikan pos pemeriksaan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

Selain itu, sehari-hari polisi Israel juga melakukan pencegahan terhadap warga Palestina yang hendak memasuki Masjid Al-Aqsa. Padahal sebaliknya, tur harian pemukim Yahudi Israel sedang diatur dan dilindungi oleh polisi Israel.

Pengkhutbah Masjid Al-Aqsa Sheikh Ekrema Sabri mengutuk tindakan pelarangan oleh dengan dalih virus corona.

“Seharusnya selama warga Palestina memakai masker, membawa sajadah dan menjaga jarak sosial, tidak ada pembenaran mencegah mereka masuk ke dalam masjid,” kata Sheikh Sabri.

Ia mengajak semua Muslim datang dan shalat di Masjid Al-Aqsa. “Terutama mengimbau penduduk Kota Tua agar terus shaat dan berdoa di dalam Masjid Al-Aqsa untuk melawan Yudaisasi Israel di Tepi Barat yang diduduki,” kata dia. (T/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)